Waterspout Menghebohkan, BPBD Lumajang Himbau Nelayan dan Wisatawan Waspada

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 15x dilihat
Waterspout Menghebohkan, BPBD Lumajang Himbau Nelayan dan Wisatawan Waspada

Fenomena Waterspout di Pantai Mbah Drajid, Lumajang

Pada hari Minggu (19/10/2025), sebuah fenomena langka terjadi di Pantai Mbah Drajid, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Angin puting beliung yang muncul di tengah laut atau dikenal dengan istilah waterspout sempat membuat warga dan pengunjung kaget. Fenomena ini terekam oleh beberapa warga dan kemudian diunggah ke media sosial Facebook.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Marsolah, salah satu saksi mata, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca sebelumnya mulai mendung, namun tiba-tiba angin membentuk pusaran besar yang bergerak menuju arah barat daya. Saat itu, banyak warga dan wisatawan yang sedang berada di kawasan pantai merasa takut melihat fenomena alam tersebut.

Beruntung, pusaran angin tidak sampai mencapai tepi pantai, sehingga tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa. Marsolah menjelaskan melalui sambungan telepon, "Awalnya cuaca biasa saja, tapi tiba-tiba ada pusaran angin yang sangat kuat. Air terlihat tertekan hingga ke pinggir pantai selama sekitar 10 menit. Alhamdulillah setelah itu, angin mengarah ke barat daya dan tidak ada dampak apa pun."

Penanganan oleh BPBD Lumajang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang memastikan bahwa fenomena waterspout ini tidak menyebabkan kerusakan materil atau korban jiwa. Menurut Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, hasil asesmen menunjukkan bahwa titik fenomena waterspout berjarak sekitar 1.000 meter dari bibir pantai.

Yudhi menekankan bahwa meskipun tidak menimbulkan dampak langsung, masyarakat diminta tetap waspada menghadapi musim pancaroba atau peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Ia mengatakan, "Meski fenomena ini tidak sampai menimbulkan dampak, kita tetap harus waspada karena sedang menghadapi perubahan musim."

Perbedaan Antara Angin Puting Beliung dan Waterspout

Yudhi menjelaskan perbedaan antara angin puting beliung dan waterspout. Menurutnya, waterspout adalah pusaran angin yang terjadi di atas air seperti danau dan laut, sedangkan angin puting beliung terjadi di darat. Ia menambahkan, "Sebenarnya hanya beda istilah saja, kalau di air disebut waterspout."

Imbauan untuk Waspada Cuaca Ekstrem

Selain itu, Yudhi mengimbau nelayan dan pengunjung pantai untuk tetap waspada hingga akhir tahun. Mengingat, ancaman cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung hingga Desember 2025. Ia mengatakan, "Imbauannya adalah waspada, karena BMKG saat ini memprediksi kita masih menghadapi cuaca ekstrem hingga Desember nanti."

Dengan adanya fenomena waterspout ini, masyarakat diharapkan lebih meningkatkan kesadaran akan bahaya cuaca ekstrem dan tetap memperhatikan informasi resmi dari instansi terkait.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan