
Fenomena Waterspout di Pantai Mbah Drajid, Lumajang
Pada hari Minggu (19/10/2025), sebuah fenomena alam yang langka terjadi di Pantai Mbah Drajid, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Angin puting beliung di tengah laut atau yang dikenal dengan istilah waterspout muncul dan sempat menjadi perhatian warga setempat serta pengunjung pantai.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Detik-detik kejadian tersebut terekam oleh warga dan diunggah ke media sosial Facebook. Mereka berbagi rekaman video yang menampilkan pusaran angin besar yang terbentuk di atas permukaan air laut. Kejadian ini membuat banyak orang terkejut dan memperhatikan fenomena alam yang jarang terjadi.
Marsolah, salah satu saksi mata, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca sebelumnya mulai mendung, namun tiba-tiba angin membentuk pusaran besar yang menuju arah barat daya. Saat itu, warga dan wisatawan yang sedang berada di kawasan pantai merasa takut melihat fenomena tersebut.
Beruntung, pusaran angin tidak sampai mengarah ke tepi pantai sehingga tidak menimbulkan dampak buruk bagi pengunjung. Marsolah menjelaskan, "Awalnya cuaca biasa, tapi tiba-tiba ada pusaran angin. Air terlihat tertekan sangat kuat hingga ke pinggir pantai selama sekitar 10 menit. Alhamdulillah setelah itu angin mengarah ke barat daya dan tidak ada dampak."
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menyatakan bahwa bencana angin puting beliung ini tidak menyebabkan kerusakan materil maupun korban jiwa. Hasil asesmen menunjukkan bahwa titik fenomena waterspout berjarak sekitar 1.000 meter dari bibir pantai.
Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, menjelaskan bahwa meskipun tidak menimbulkan dampak langsung, masyarakat diminta tetap waspada menghadapi musim pancaroba. Perubahan musim dari kemarau ke penghujan sering kali mengakibatkan cuaca ekstrem.
"Memang sempat terjadi puting beliung, tepatnya di Pantai Wotgalih, tapi mengarah ke barat daya. Tidak sampai menimbulkan dampak, tapi tetap harus waspada karena sedang menghadapi perubahan musim," ujarnya.
Yudhi juga menjelaskan perbedaan antara angin puting beliung dan waterspout. Menurutnya, waterspout adalah pusaran angin yang terjadi di atas air seperti danau dan laut. Sementara angin puting beliung terjadi di darat.
"Sebenarnya hanya beda istilah saja, kalau di air itu disebut waterspout," jelasnya.
Ia mengimbau kepada nelayan dan pengunjung pantai untuk tetap waspada hingga akhir tahun. Prediksi BMKG menyebutkan bahwa ancaman cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga Desember 2025.
"Imbauannya adalah waspada, karena rilis BMKG saat ini kita masih menghadapi cuaca ekstrem sampai Desember nanti," pungkasnya.