Wayne Rooney: Ekitike Lebih Layak Jadi Starter daripada Isak di Liverpool

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 10x dilihat
Wayne Rooney: Ekitike Lebih Layak Jadi Starter daripada Isak di Liverpool


Wayne Rooney, legenda Manchester United, kembali menyampaikan kritik terhadap pelatih Liverpool, Arne Slot. Ia menilai bahwa Hugo Ekitike seharusnya menjadi pilihan utama di lini depan, bukan Alexander Isak, setelah Liverpool kalah 1-2 dari Manchester United dalam pertandingan akhir pekan lalu.

Pertandingan yang berlangsung setelah jeda internasional Oktober ini menjadi kesempatan bagi Liverpool untuk mengakhiri tiga kekalahan berturut-turut di Anfield. Namun, tim asuhan Arne Slot justru memberi kemenangan keempat bagi Manchester United di musim 2025/2026. Hal ini memicu reaksi dari Rooney, yang merasa keputusan Slot tidak tepat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Isak, yang baru saja bergabung dengan Liverpool dengan nilai transfer rekor, masih kesulitan menunjukkan performa terbaiknya. Ia melewatkan pramusim dan bulan pertama musim ini, sehingga belum menemukan ritme permainan yang diharapkan oleh pelatih dan penggemar. Meskipun penampilannya masih jauh dari memuaskan, ia justru dipilih sebagai starter menggantikan Ekitike dalam pertandingan Minggu (19/10). Rooney menilai keputusan tersebut sebagai langkah yang keliru.

“Saya tidak akan memainkan Isak. Dia belum menunjukkan kesiapan sejak bergabung dari Newcastle,” ujar Rooney dalam acara The Wayne Rooney Show.
“Dia belum berlatih dengan baik, dan tidak menjalani pramusim. Itu sangat krusial. Sementara di Newcastle, dia mungkin hanya duduk di rumah dan membicarakan tawaran dengan agennya,” tambahnya.
“Sangat sulit bagi pemain yang tidak menjalani pramusim. Meskipun dia mungkin mampu melakukan beberapa hal sendiri, dia tetap harus menghadapi konsekuensinya. Dari segi performa, dia tidak lebih baik dibandingkan Ekitike,” katanya lagi.

Sejak bergabung dengan Liverpool, Isak baru mencetak satu gol dan satu assist, dengan golnya tercipta saat melawan Southampton di Piala Carabao. Dalam pertandingan melawan Manchester United, ia hanya berhasil melepaskan satu tembakan tepat sasaran dan tidak menciptakan peluang sama sekali dalam 72 menit bermain.

Di sisi lain, Ekitike memulai musim ini dengan sangat baik, mencetak lima gol dalam delapan laga pertamanya bersama The Reds. Namun, setelah kedatangan Isak, waktu bermain Ekitike semakin berkurang. Ini membuat Rooney merasa bahwa posisi Ekitike seharusnya lebih diutamakan.

Liverpool kini tengah menghadapi masa-masa sulit, dengan catatan performa terburuk mereka sejak tahun 2014. Juara bertahan Liga Inggris ini telah menelan empat kekalahan beruntun, termasuk dari Crystal Palace, Chelsea, dan Manchester United, serta Galatasaray di Liga Champions dalam sebulan terakhir.

“Liverpool tampaknya sedikit lengah. Bagi Arne Slot, mungkin dia lupa karena pernah memenangkan Liga Inggris, tetapi dia masih cukup muda, 46 tahun, dan ini adalah pertama kalinya dalam kariernya dia mengalami kekalahan empat kali berturut-turut,” kata Rooney.
Ia juga mengamati, “(Saat melawan Manchester United) dia terlihat berdebat dengan wasit di pinggir lapangan. Saya belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya darinya. Kita mulai melihat perkembangan yang menunjukkan adanya tekanan di sana,” tutup Rooney.

Semua perhatian kini tertuju pada Slot dan Liverpool, yang akan bertanding melawan Frankfurt di Liga Champions pada Rabu (23/10) dini hari. Pelatih asal Belanda itu akan dihadapkan pada beberapa keputusan penting menjelang pertandingan, termasuk nasib Florian Wirtz, Isak, dan Ekitike.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan