Wijaya Karya: Infrastruktur Hadapi Tantangan Anggaran 2023

admin.aiotrade 16 Nov 2025 2 menit 12x dilihat
Wijaya Karya: Infrastruktur Hadapi Tantangan Anggaran 2023


Pemimpin PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, Agung Budi Waskito, mengungkapkan bahwa perseroannya menghadapi tantangan dalam menyelesaikan proyek pada tahun ini. Salah satu faktor utamanya adalah penurunan anggaran infrastruktur nasional dibandingkan periode sebelumnya.

“Tantangan yang dihadapi WIKA pada tahun 2025 adalah penurunan anggaran infrastruktur nasional dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya dalam paparan publik yang disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Agung menjelaskan bahwa WIKA semakin selektif dalam memilih proyek. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi keuangan yang sehat. Selain itu, WIKA juga fokus pada proyek dengan skema pembayaran bulanan dan adanya uang muka. Langkah ini bertujuan untuk menjaga arus kas keuangan tetap positif.

“WIKA semakin selektif dalam memilih proyek, dengan memastikan kondisi finansial pihak pemilik yang sehat,” tambahnya.

Di sisi lain, Agung menyatakan bahwa saat ini WIKA lebih memprioritaskan penerapan operational excellence agar kinerja bisnis menjadi lebih baik. Dengan fokus pada efisiensi, WIKA berupaya meningkatkan kinerja di sisa akhir tahun ini.

Sejak 2023, biaya usaha WIKA telah menurun dan menunjukkan perbaikan kinerja. Agung menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah fokus pada penguasaan sumber pendapatan melalui peningkatan pendapatan dari sektor lain selain infrastruktur.

Sektor lain ini, menurut Agung, mencakup aset perseroan yang belum optimal, seperti apartemen. WIKA berencana mengalihkan hunian vertikal yang tidak terjual menjadi hotel. Selain itu, WIKA juga ingin mengoptimalkan aset gedung perseroan untuk menghasilkan pendapatan berkala (recurring income).

“Memasuki 2026, kami berencana untuk lebih agresif dalam meraih proyek baru dengan mengedepankan pelaksanaan tata kelola dan mitigasi risiko secara prudent serta merealisasikan inisiatif asset recycling,” jelas Agung.

WIKA terus berkomitmen untuk memperkuat posisi bisnisnya melalui strategi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan peningkatan kinerja operasional dan diversifikasi pendapatan, perseroan berharap dapat tetap bersaing di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan