
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) resmi memulai pembangunan Gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatra Utara. Proyek ini menjadi salah satu proyek besar yang dikerjakan oleh perusahaan konstruksi ternama di Indonesia. Nilai kontrak yang diperoleh WEGE dalam proyek ini mencapai sebesar Rp144,378 miliar.
Corporate Secretary WEGE, Purba Yudha Tama menjelaskan bahwa lingkup pekerjaan dalam proyek ini mencakup berbagai aspek, mulai dari persiapan lahan hingga pengerjaan struktur, arsitektur, MEP (Mekanikal, Elektrikal, dan Pipa), interior, furniture, serta pekerjaan lansekap. Gedung tersebut memiliki total luas bangunan sekitar 9.770 meter persegi (m2) di atas lahan seluas 5.027 m2. Dibangun dengan enam lantai dan semi basement, gedung ini dirancang untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di wilayah Kota Medan dan kawasan Sumatra Utara secara keseluruhan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam pernyataannya, Purba Yudha Tama menyampaikan harapan agar proyek ini dapat menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap gedung ini bisa menjadi pusat pelayanan yang lebih baik dan efisien, sehingga masyarakat dapat mendapatkan layanan yang maksimal,” ujarnya.
Acara peletakan batu pertama proyek ini dilaksanakan pada 7 November 2025. Direktur Operasi 1 WEGE, Bagus Tri Setyana menilai proyek ini sebagai langkah strategis bagi perusahaan. Ia menegaskan bahwa WEGE memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. “Kami berkomitmen untuk menjaga tata kelola bisnis yang baik dalam setiap proses aktivitas kami,” tambahnya.
Kepala OJK Provinsi Sumatra Utara, Khoirul Muttaqien juga menyampaikan apresiasi terhadap proyek ini. Menurutnya, OJK membutuhkan gedung kantor yang lebih representatif untuk memberikan pelayanan dan menjalankan tugas-tugasnya dengan optimal. “Dengan dukungan seluruh stakeholder, kami yakin akan segera mewujudkan hadirnya gedung kantor yang menjadi pusat pelayanan terpadu dan one-stop service bagi masyarakat,” ujarnya.
WEGE juga menunjukkan optimisme dalam mencapai target nilai kontrak baru sebesar Rp1,9 triliun di akhir tahun 2025. Hal ini didorong oleh beberapa proses tender proyek yang sedang berlangsung dan ditargetkan bisa diselesaikan di kuartal terakhir tahun ini.
Direktur Pemasaran & QHSE WEGE, Tomo Dwihasputro mengungkapkan bahwa saat ini terdapat enam proyek baru yang sedang dalam proses penyelesaian. Salah satunya adalah proyek Gedung OJK Sumatra Utara yang telah resmi dikuasai oleh WEGE. Lima proyek lainnya meliputi proyek OIKN, proyek di DKI Jakarta, proyek pembangunan gedung BUMN sektor kesehatan, serta proyek Kementerian Perhubungan di Kota Medan.
Selain itu, ada juga proyek yang berkaitan dengan program Sekolah Rakyat (SR), serta proyek pembangunan beberapa gedung di Universitas Brawijaya (UB) dan di Bogor. Proyek-proyek ini menunjukkan bahwa WEGE terus berkembang dan aktif dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan dan infrastruktur publik.