
Potensi Cuaca Ekstrem di Indonesia pada 17–18 Desember 2025
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia pada Rabu (17/12/2025) hingga Kamis (18/12/2025). Cuaca ekstrem tersebut meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut analisis BMKG, fenomena ini tidak terlepas dari adanya tiga siklon tropis yang memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. Ketiga siklon tersebut adalah Siklon Tropis Bakung, Bibit Siklon Tropis 93S, dan Bibit Siklon Tropis 95S. Selain itu, aktivitas Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin juga turut menjadi pemicu hujan signifikan.
Lokasi Wilayah yang Terkena Dampak Cuaca Ekstrem
Rabu, 17 Desember 2025
- Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat
- Sumatera Barat
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Lampung
- Jakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku Utara
- Papua Barat Daya
- Papua Tengah
-
Papua
-
Wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat
- Aceh
- Sumatera Utara
- Riau
- Kepulauan Bangka Belitung
- Bengkulu
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Nusa Tenggara Timur
- Maluku
- Papua Barat
- Papua Pegunungan
-
Papua Selatan
-
Wilayah yang berpotensi dilanda angin kencang
- Bali
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Lampung
Kamis, 18 Desember 2025
- Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- Jakarta
- Jawa Barat
- DI Yogyakarta
- Bali
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku Utara
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua Tengah
-
Papua
-
Wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat
- Aceh
- Sumatera Utara
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Maluku
- Papua Pegunungan
-
Papua Selatan
-
Wilayah yang berpotensi dilanda angin kencang
- Bali
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Kalimantan Barat
- Lampung
Penyebab Hujan Lebat dan Angin Kencang
Cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi dalam dua hari ke depan disebabkan oleh kemunculan tiga siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. Selain itu, fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal juga berkontribusi signifikan terhadap perubahan cuaca.
Pada skala global, Indian Ocean Dipole berada di fase negatif dengan Indeks Dipole Mode (DMI) mencapai -0,63. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi peningkatan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat.
Selain itu, aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator di wilayah Samudra Hindia barat Sumatera bagian tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, hingga Nusa Tenggara Barat juga ikut berkontribusi.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kelembapan udara yang tinggi dan atmosfer yang relatif labil. Hal ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi cuaca terkini dari BMKG.