Peningkatan Wisatawan ke Banda Neira Mendorong Tambahan Kapal Pelni

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) mencatat peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Banda Neira sejak Februari 2025. Angka tersebut meningkat hingga 15 persen dibandingkan rata-rata jumlah penumpang sebelumnya, yang mencapai sekitar 1.000 orang per hari.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Cabang PELNI Ambon, Marthin Heryanto, menjelaskan bahwa kenaikan ini terjadi karena banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang ingin menikmati wisata sejarah dan bahari di Pulau Rempah tersebut. Ia menyebutkan bahwa ketika dirinya berada di sana pada Februari lalu, jumlah wisatawan meningkat sebesar 15 persen. Penambahan jumlah penumpang juga dipengaruhi oleh adanya banyak konten tentang Banda Neira di media sosial.
Akibat lonjakan wisatawan, BUMN pelayaran tersebut meminta tambahan dua kapal agar para pelancong tetap merasa nyaman saat menyeberang ke destinasi eksotis Maluku Tengah tersebut. "Saya butuh dua kapal penumpang tambahan seiring meningkatnya wisatawan ke Banda Neira," ujar Marthin.
Selain itu, ia menyampaikan rencana pengadaan tiga kapal penumpang baru dengan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,5 triliun yang ditargetkan selesai pada 2028. Harapan Marthin adalah agar kapal-kapal tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelayaran di wilayah Timur Indonesia.
Saat ini, empat kapal Pelni melayani rute ke Banda Neira, yaitu KM Labobar dengan kapasitas 3.000 penumpang, KM Pangrango (500 penumpang), KM Sangiang (500 penumpang), dan KM Sabuk Nusantara 106 (400 penumpang). Namun, peningkatan jumlah wisatawan dan penumpang masih akan terus terjadi, terutama pada waktu peak season seperti Natal dan Tahun Baru.
Pada 2024, penumpang kapal Pelni yang turun di Banda mencapai 49.529 orang. Sementara itu, hingga September 2025 tercatat sebanyak 42.200 penumpang. Marthin memperkirakan lonjakan akan terus terjadi hingga tahun baru nanti.
aiotrade berkesempatan berlayar bersama KM Sangiang dari Ambon menuju Banda Neira pada Senin siang (20/10) hingga Selasa pagi (21/10). Dalam pelayaran dengan total penumpang mencapai 300 orang, banyak dari mereka yang rela menyebrang meskipun tidak memiliki tempat duduk alias no seat.
Salah satu contohnya adalah Jamaitan (45), warga asli Banda, yang mengaku tak punya pilihan lain untuk bisa nyebrang ke kota kelahirannya. Meski harus membeli tiket tanpa tempat duduk, ia merasa tetap nyaman. Di KM Sangiang, setiap penumpang diperkenankan menyewa sebuah kasur dengan hanya menjaminkan KTP asli kepada Anak Buah Kapal (ABK).
"Ini pinjam sama ABK kapal. Tidak bayar, enak, gratis. Biar tak dapat tiket, dan tak dapat tempat tidur kan ada kasur-kasur lebih kalau di Kapal Sangiang," ujar Jamaitan. Ia menambahkan bahwa di kapal lain, tidak ada fasilitas serupa. Cuma di KM Sangiang, penumpang bisa mendapatkan karpet kecil (matras) dengan menjaminkan KTP tanpa biaya.
Meski begitu, Jamaitan berharap adanya tambahan kapal di jalur Ambon - Banda. Menurutnya, rute tersebut terbatas dan tidak tersedia setiap hari. "Turun dari Ambon ke Banda itu lama. Kalau dari Banda ke Ambon kan dua kali, kalau dari Ambon turun Banda bisa satu bulan satu kali," tuturnya.
Berdasarkan pantauan aiotrade, pelayaran dari Ambon ke Banda khusus bulan ini akan tersedia lagi pada Sabtu, 25 Oktober 2025 dengan KM. Labobar. Kemudian baru tersedia lagi keberangkatan pada Senin, 3 November 2025 dengan KM. Sangiang.