Wow Lebih dari 1.400 SMK Dapat Program Revitalisasi, Ini Manfaatnya

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Wow Lebih dari 1.400 SMK Dapat Program Revitalisasi, Ini Manfaatnya
Wow Lebih dari 1.400 SMK Dapat Program Revitalisasi, Ini Manfaatnya

Pemerintah Perkuat Kualitas Pendidikan Vokasi Melalui Revitalisasi SMK

Pemerintah terus berupaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi dengan fokus pada peningkatan infrastruktur satuan pendidikan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui program revitalisasi satuan pendidikan, termasuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kondisi fisik sekolah agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan mendukung peningkatan mutu pembelajaran.

Pada tahun 2025, sebanyak 1.439 SMK di seluruh Indonesia telah mendapatkan bantuan renovasi dan revitalisasi infrastruktur dari pemerintah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan. Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Saryadi, menjelaskan bahwa sasaran program revitalisasi ditetapkan berdasarkan kondisi kerusakan bangunan sekolah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Program ini disasarkan untuk rehabilitasi rusak sedang dan berat. Sekolah yang menjadi penerima pasti memiliki kondisi sarana dan prasarana yang membutuhkan perbaikan signifikan. "Kami menggunakan data DAK 2024 untuk lokus 2025, dikombinasikan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang memuat kondisi sarana dan prasarana sekolah. Data tersebut kemudian diverifikasi dan divalidasi untuk memastikan ketepatan sasaran," ujar Saryadi.

Ia menegaskan bahwa baik sekolah negeri maupun swasta memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan revitalisasi, selama memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. "Selama memenuhi kriteria, memiliki kondisi ruang dan sarana prasarana yang rusak, terdaftar di Dapodik, dan memiliki kepemilikan lahan yang sah, maka sekolah berhak mengajukan revitalisasi," tambahnya.

Untuk tahun depan, Saryadi menyebut bahwa pemerintah memiliki komitmen yang sama untuk revitalisasi. "InsyaAllah akan dialokasikan kembali anggaran untuk revitalisasi," pungkasnya.

Pelaksanaan revitalisasi turut melibatkan berbagai pemangku kebijakan, termasuk pemerintah daerah. Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Jawa Barat, Edy Purwanto, menyebutkan pihaknya berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program. "Kami melakukan pengawasan bagaimana membantu kontrol ketika sudah sampai ke target-targetnya. Kita lihat dari target-target itu apakah sudah sesuai dengan yang direncanakan," jelasnya.

Salah satu sekolah penerima manfaat program revitalisasi adalah SMK Negeri 1 Cibogo, Subang, yang mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp1,359 miliar untuk rehabilitasi berat pada tiga ruang, rehabilitasi sedang pada empat ruang, serta pembangunan fasilitas toilet. Hingga Oktober 2025, progres revitalisasi telah mencapai lebih dari 60 persen dan ditargetkan rampung pada November 2025.

Kepala SMK Negeri 1 Cibogo, Ade Suhedin, mengungkapkan bahwa revitalisasi ini menjawab kebutuhan mendesak sekolah akan sarana belajar yang layak. "Sebelum revitalisasi, ada dua ruangan yang mau roboh. Sebelumnya sempat kita tahan dengan tiang besi. Kemudian di tahun 2025 kita dapat revitalisasi, sehingga bisa terselesaikan permasalahannya," urainya.

Dengan total 451 murid yang terbagi ke dalam 18 rombongan belajar, perbaikan infrastruktur ini memberikan semangat baru bagi warga sekolah. "Anak-anak pun merasa senang karena melihat ruangan baru," tambah Ade.

Salah satu siswa kelas XII Akuntansi, Darnengsih, turut merasakan manfaat program ini. "Dulu kami sering kekurangan kelas dan belajar di luar, juga sering bocor kalau hujan. Sekarang sudah tidak lagi. Terima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah merenovasi sekolah kami, sekarang jadi jauh lebih baik," ungkapnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan