Yenna Yuniana, Bos Pengusaha Motor Listrik MBG, Dikenal oleh Pak RT dan Warga Setempat

Yenna Yuniana, Bos Pengusaha Motor Listrik MBG, Dikenal oleh Pak RT dan Warga Setempat

Kehidupan Yenna Yuniana yang Membatasi Interaksi dengan Warga Sekitar

PT Yasa Artha Trimanunggal, yang dipimpin oleh Yenna Yuniana, berhasil memenangkan tender besar untuk penyediaan lebih dari 20 ribu sepeda motor listrik dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan bertujuan untuk memastikan akses makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. PT Yasa Artha Trimanunggal menjadi induk dari PT Adlas Sarana Elektrik, perusahaan yang ditunjuk sebagai penyedia motor listrik merek Emmo JVX GT.

Meskipun perusahaan tersebut telah memenangkan proyek nasional bernilai triliunan rupiah, sosok Yenna Yuniana justru menjadi misteri bagi warga sekitar. Ia dikenal tertutup dan jarang terlihat secara langsung oleh warga RT 07/RW 06 di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Rumah pribadinya, yang terletak di seberang kantor perusahaan, juga tampak sangat tertutup dengan pagar tinggi dan kanopi yang menutupi hampir seluruh halaman.

Perbedaan Antara Kantor dan Kediaman Yenna

Pantauan langsung Tribunnews.com menunjukkan bahwa kantor PT Yasa Artha Trimanunggal tampak sepi, hanya dihuni dua unit kendaraan roda tiga hitam. Sementara itu, kediaman Yenna terlihat sunyi dan tertutup. Meski begitu, Catur, Ketua RT setempat, mencatat keberadaan lebih dari satu unit mobil listrik mewah bermerek BYD yang sering terparkir di sana.

Selama masa pandemi Covid-19, rumah tersebut sempat dipasangi tulisan "Dijual". Namun, Catur tidak tahu apakah rumah tersebut sudah berganti pemilik atau belum. Ia mengatakan, "Saya enggak tahu apa sudah dibeli atau gimana (oleh Ibu Yenna)."

Jarang Terlihat Orangnya

Warga sekitar seperti Rena dan Cika mengaku tidak pernah berbincang langsung dengan Yenna meskipun mereka tinggal di dekat rumahnya. Rena menyatakan bahwa gedung putih di seberang rumah Yenna adalah kantor pusat PT Yasa Artha Trimanunggal. Meski sering melihat Yenna dari jauh, ia tidak pernah berbicara dengannya.

Cika juga mengatakan bahwa Yenna jarang terlihat orangnya. Ia mengaku sama sekali tidak mengenal Yenna meski bertetangga. Catur mengeluh bahwa komunikasi dengan Yenna selalu terputus di tangan perantara pegawai perusahaan yang jumlahnya belasan orang.

Sejarah Gedung Kantor yang Berubah

Fakta menarik terungkap mengenai sejarah gedung kantor PT Yasa Artha Trimanunggal di wilayah RT 08. Sebelum berdiri megah dengan lobi yang kini dihuni dua kendaraan roda tiga hitam, bangunan itu merupakan aset sederhana bagi warga sekitar. Dulunya, gedung tersebut digunakan sebagai kos-kosan dan warung atau kafe milik Pak Haji. Baru direnovasi sekitar tahun 2025.

Transformasi fisik ini sejalan dengan profil perusahaan yang berdiri sejak 2016 dan kini memegang kendali atas produksi 21.801 unit motor listrik merek Emmo JVX GT.

Pengamanan Polisi dan Jejak Masa Lalu

Ketegangan sempat menyelimuti kantor tersebut pada Jumat (10/4/2026), saat personel kepolisian dari Polsek setempat tampak berjaga ketat menyusul informasi rencana aksi unjuk rasa terkait pengadaan motor listrik MBG. Ini adalah kali kedua kantor tersebut dijaga aparat tanpa koordinasi dengan Ketua RT, setelah sebelumnya terjadi saat demo Agustus 2025.

Berdasarkan data Administrasi Hukum Umum (AHU), Yenna merupakan Beneficial Owner (pemilik manfaat akhir) yang memegang kendali penuh atas perusahaan tersebut. Nama Yenna Yuniana bukan sosok asing dalam catatan hukum. Pada November 2025, ia tercatat pernah dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) beras tahun 2020.

Klarifikasi Kepala BGN

Menanggapi isu yang berkembang, Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi teknis guna menjamin akuntabilitas proyek motor listrik tersebut. Dadan menyatakan bahwa sebanyak 21.801 unit motor listrik akan disalurkan kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penunjang operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Armada ini diprioritaskan untuk mobilitas petugas dalam menjangkau wilayah terpencil yang sulit diakses kendaraan roda empat. Dadan menegaskan, seluruh proses pengadaan telah mengikuti aturan birokrasi yang ketat dan transparan. "Pengadaan ini telah direncanakan sejak anggaran 2025 dan melalui mekanisme Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) sesuai regulasi keuangan yang berlaku," tegas Dadan.

Meski didatangkan dalam bentuk Completely Knock Down (CKD) atau komponen impor yang dirakit di dalam negeri, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) motor tersebut diklaim mencapai 48,5 persen. Pemerintah juga memastikan sisa anggaran yang tidak terserap dari target awal 25.644 unit telah dikembalikan sepenuhnya ke kas negara. Saat ini, seluruh unit yang dirakit di fasilitas manufaktur Citeureup tersebut sedang dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan secara bertahap ke berbagai wilayah Indonesia.