Yield SBN Melonjak, Tekanan Outflow Asing Masih Menghantui

admin.aiotrade 14 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Yield SBN Melonjak, Tekanan Outflow Asing Masih Menghantui

Tren Kenaikan Yield Obligasi Pemerintah dan Dinamika Pasar Keuangan

Imbal hasil atau yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun saat ini berada di sekitar 6,11%, meningkat sebesar 4 basis poin dalam sebulan terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan di pasar obligasi, baik dari sisi domestik maupun global.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Head of Investment Specialist Sinarmas Asset Management, Domingus Sinarta Ginting, pasar keuangan sedang menghadapi fase yang sensitif. “Pasar keuangan berada di bawah tekanan signifikan, dipicu oleh aksi realisasi keuntungan dari investor domestik dan arus keluar dana asing yang terus berlangsung,” jelasnya.

Domingus menekankan bahwa ketidakjelasan arah kebijakan Federal Reserve menjadi sumber utama kecemasan pelaku pasar. “Ketidakpastian suku bunga The Fed mendorong investor global untuk melakukan penyesuaian risiko,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa kenaikan inflasi domestik memperlemah sentimen terhadap Surat Berharga Negara (SBN). Menurut Domingus, yield SBN saat ini dinilai belum memberikan kompensasi risiko yang memadai. “Level yield yang tersedia kurang atraktif, terutama untuk tenor menengah dan panjang,” jelasnya.

Kepala Ekonom BCA, David Sumual, menjelaskan bahwa kenaikan yield SBN sejauh ini dipicu oleh derasnya arus keluar dana asing. “Sejak September, outflow asing di pasar obligasi sudah mencapai sekitar US$ 4,3 miliar, sehingga memberikan tekanan pada harga SBN dan mendorong yield bergerak naik,” kata David.

David menilai bahwa arus keluar dana asing tersebut belum tentu berhenti dalam waktu dekat. “Probabilitas pemotongan suku bunga Fed pada Desember turun ke sekitar 52%. Jika The Fed mempertahankan suku bunga, spread dengan UST dapat melebar, sehingga tekanan outflow dapat berlanjut,” ujarnya.

Menurut David, pergerakan SBN hingga akhir tahun akan ditentukan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi arah kebijakan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia (BI), dinamika inflow-outflow asing terkait spread US Treasury–SBN, serta kebijakan fiskal pemerintah. “Kebijakan fiskal yang tetap prudent akan mempengaruhi sentimen asing terhadap obligasi Indonesia,” imbuhnya.

Domingus merekomendasikan kepada investor untuk lebih defensif dalam menghadapi situasi ini. “Kami menyarankan pengurangan eksposur pada obligasi berdurasi panjang karena sensitivitasnya tinggi terhadap perubahan suku bunga dan meningkatnya volatilitas pasar,” katanya.

Ia menyarankan investor untuk fokus pada instrumen jangka pendek. “Instrumen jangka pendek menawarkan fleksibilitas lebih baik dan profil risiko yang lebih terkelola,” jelasnya.

Dalam jangka pendek, Domingus melihat peluang kenaikan yield SBN masih terbatas. “Yield 10 tahun berpotensi naik 25 basis poin hingga 50 basis poin, mencerminkan penyesuaian pasar terhadap risiko makro,” ungkapnya.

Namun dalam jangka panjang, David melihat peluang penurunan yield tetap terbuka. “Yield berpeluang menurun seiring ekspektasi pemotongan suku bunga. Tetapi jika penerimaan negara melemah dan penerbitan obligasi meningkat, penurunan yield bisa tertahan,” katanya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan