Zaman Berubah, Guru Sulbar Dihimbau Tak Pukul Siswa Lagi

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 15x dilihat
Zaman Berubah, Guru Sulbar Dihimbau Tak Pukul Siswa Lagi
Zaman Berubah, Guru Sulbar Dihimbau Tak Pukul Siswa Lagi

Peringatan Maulid Nabi di Mamuju

Pemerintah Kabupaten Mamuju bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Mamuju menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah atau 2025 Masehi. Acara berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Mamuju (Sapota), pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Kegiatan keagamaan ini diselenggarakan dengan suasana khidmat dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting.

Hadir dalam acara tersebut adalah Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi, serta Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi. Selain itu, hadir pula sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov dan Pemkab Mamuju, Forkopimda, serta para kepala sekolah se-Kabupaten Mamuju.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Apresiasi untuk Guru

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka memberikan apresiasi tinggi kepada para guru yang ia anggap sebagai sosok mulia dan berjasa besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menyampaikan bahwa guru merupakan calon penghuni surga karena hanya mentransfer ilmu mereka agar anak-anak masa depan menjadi berguna bagi bangsa, negara, agama, dan orang tua.

Namun demikian, Gubernur juga menekankan pentingnya penyesuaian metode pendidikan dengan perkembangan zaman. Ia menyarankan agar kekerasan fisik terhadap siswa tidak lagi dilakukan dalam proses belajar-mengajar.

“Satu saja saya pesankan bagi guru-guru, jangan pukul siswanya, karena zaman sudah berubah,” tegasnya.

Perbandingan Masa Kini dan Masa Lalu

Suhardi Duka kemudian membandingkan kondisi pendidikan masa kini dengan masa kecilnya dulu, di mana hukuman fisik dianggap wajar sebagai bentuk perhatian guru. Ia mengatakan bahwa dahulu, saat ia masih duduk di SD dan SMP, guru sering menggunakan bolbas atau mistar untuk memukul murid. Bahkan, orang tua bangga karena anaknya diperhatikan oleh gurunya.

“Tapi sekarang jangan coba-coba, karena bisa berhadapan dengan polisi,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Pentingnya Lingkungan Sekolah yang Aman

Selain menyinggung metode pendidikan, Suhardi Duka juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying. Ia menegaskan bahwa kasus perundungan di sekolah harus ditangani dengan tegas.

“Kemarin ada bullying di SMK Balanipa, saya langsung ke Polman dan investigasi. Ternyata benar, anak kepala sekolah membully siswa lain. Ya sudah, ganti kepala sekolahnya,” kata Suhardi Duka dengan tegas.

Ia pun mengajak seluruh tenaga pendidik untuk memperbaiki sistem pendidikan sejak jenjang dasar. Menurutnya, SD dan SMP adalah fondasi karakter anak-anak yang harus dibentuk dengan baik.

Penutup Acara

Kegiatan Maulid Nabi diakhiri dengan doa bersama dan tausiah yang mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Acara ini khususnya menekankan peran tenaga pendidik dalam mendidik generasi muda yang berakhlak dan berilmu.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan