Zelensky: Mengapa Saya Takut pada Trump? Kami Bukan Lawan

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 11x dilihat
Zelensky: Mengapa Saya Takut pada Trump? Kami Bukan Lawan


Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa dirinya tidak takut pada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia juga membantah laporan yang menyebut pertemuan terakhir keduanya di Washington berlangsung tegang.

Dalam wawancara eksklusif dengan sebuah media, Zelensky menilai hubungan antara dirinya dan Trump "normal dan konstruktif". Ia menepis kabar bahwa Trump sempat membuang peta medan perang Ukraina saat pertemuan di Gedung Putih bulan Oktober lalu.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Dia tidak membuang apa pun. Saya yakin. Hubungan kami biasa saja, seperti hubungan bisnis,” ujar Zelensky.

Menurut laporan Financial Times, Trump diduga mendesak Zelensky agar menerima syarat maksimalis dari Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang. Namun, Zelensky menegaskan pertemuan itu berlangsung berbeda. Delegasi Ukraina, katanya, memaparkan strategi berurutan kepada Trump dan timnya, mulai dari kebutuhan senjata hingga sanksi ekonomi yang ditujukan untuk melemahkan Moskwa.

“Tujuannya jelas, untuk menekan Rusia agar berhenti membombardir Ukraina dan mau duduk di meja perundingan,” kata Zelensky.

Berbicara di Istana Mariinsky, Kyiv, Zelensky menilai banyak pemimpin dunia yang takut pada Trump. “Itu benar,” ujarnya. “Tapi saya tidak. Kami bukan musuh Amerika. Kami teman. Jadi mengapa kami harus takut?” ucap dia.

Ia menekankan bahwa Trump adalah pilihan rakyat Amerika yang harus dihormati. “Sama seperti saya dipilih oleh rakyat Ukraina. AS adalah mitra strategis kami, mungkin bukan hanya untuk puluhan tahun, tapi berabad-abad,” katanya.

Zelensky juga memuji hubungan baiknya dengan Raja Charles III, yang menurutnya turut berperan dalam memperbaiki komunikasi dengan Trump. “Saya tidak tahu semua detailnya, tetapi saya paham Yang Mulia mengirimkan beberapa sinyal penting kepada Presiden Trump,” ujarnya.

Menurut Zelensky, Trump menghormati Raja Charles dan menganggapnya tokoh penting. “Yang Mulia sangat peka terhadap rakyat kami. Mungkin peka bukan kata yang tepat, tetapi beliau benar-benar suportif,” katanya.

Wawancara itu sempat terhenti ketika listrik di istana presiden padam dua kali akibat serangan Rusia terhadap jaringan energi Ukraina. “Beginilah kehidupan kami. Itu normal. Kami mengalami pemadaman listrik di Kyiv seperti di tempat lain,” tutur Zelensky ketika generator cadangan menyala kembali.

Ia menuduh Putin melakukan serangan terhadap sistem energi Ukraina yang menewaskan warga sipil. “Dia tidak bisa menciptakan ketegangan dalam masyarakat kami dengan cara lain,” katanya.

Zelensky menjelaskan bahwa Ukraina terus bekerja sama dengan mitra internasional untuk menangkis serangan drone Rusia setiap malam. Namun, sejauh ini Inggris dan sekutu lainnya belum mengizinkan pengiriman jet tempur untuk menjaga wilayah udara Ukraina.

Ia menyebut Ukraina berencana memesan 27 sistem pertahanan udara Patriot dari Amerika Serikat. “Negara-negara Eropa juga bisa meminjamkan sistem Patriot mereka untuk membantu kami,” ujarnya.

Menjelang musim dingin, Zelensky menilai dukungan dari Uni Eropa dan Inggris masih belum mencukupi. “Tidak akan pernah cukup. Cukup ketika perang berakhir. Dan cukup ketika Putin sadar bahwa ia harus berhenti,” katanya.

Zelensky juga menyebut memiliki hubungan hangat dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan tetap menjalin kontak erat dengan London. “Ini bukan tentang dia secara pribadi. Tapi tentang kebutuhan nyata Ukraina untuk bertahan,” tandas Zelensky.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan