
Ziarah ke Makam Marsinah, Menteri PPPA Ajak Lestarikan Semangat Perjuangan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melakukan ziarah ke makam Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan seorang aktivis buruh yang menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan.
Arifah Fauzi tidak sendiri dalam kunjungan tersebut. Ia didampingi oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dan Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro. Mereka menaburkan bunga di atas pusara Marsinah dan menundukkan kepala sembari berdoa. Tindakan ini menjadi simbol penghargaan terhadap perjuangan yang telah dilakukan Marsinah selama hidupnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam kesempatan tersebut, Arifah Fauzi menyampaikan bahwa perjuangan Marsinah tidak boleh dilupakan. Menurutnya, nilai-nilai yang dibawa oleh Marsinah menjadi bagian penting dari sejarah buruh perempuan di Indonesia. "Marsinah adalah simbol keberanian perempuan untuk melawan ketidakadilan. Nilai perjuangannya harus kita wariskan pada generasi muda," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap perempuan pekerja mendapatkan perlindungan hukum, rasa aman, dan penghargaan yang layak di tempat kerja. Semangat Marsinah akan menjadi inspirasi dalam berbagai kebijakan Kementerian PPPA ke depan, khususnya dalam hal perlindungan pekerja perempuan.
Peran Pemerintah Daerah dalam Mengangkat Semangat Marsinah
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengaku bangga atas kunjungan Menteri PPPA ke tanah kelahiran Marsinah. Bagi kang Marhaen, ziarah ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan buruh perempuan. "Kunjungan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Nganjuk memiliki putri terbaik bangsa yang memperjuangkan keadilan bagi kaum buruh," jelasnya.
Marhaen juga menyatakan bahwa proses pengusulan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional sudah berada pada tahap akhir. Berkas pengusulan saat ini tinggal sececah lagi. "Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi agar tahun ini bisa segera ditetapkan," tambahnya.
Sejarah Singkat Marsinah
Usulan agar Marsinah dinobatkan sebagai pahlawan sudah disampaikan sejak peringatan Hari Buruh pada 2022. Marsinah merupakan aktivis buruh yang menjadi simbol perjuangan kelas pekerja di Indonesia. Ia lahir di Nganjuk, Jawa Timur, dan pernah bekerja sebagai buruh pabrik arloji di PT Catur Putra Surya (CPS), Sidoarjo, Jawa Timur.
Selain itu, Marsinah aktif dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di tempat kerjanya. Ia dikenal vokal dalam memperjuangkan hak-hak buruh, termasuk menuntut kenaikan upah sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) Jawa Timur pada tahun 1993.
Pada 4 Mei 1993, Marsinah memimpin aksi mogok kerja untuk menuntut kenaikan upah dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.250, sesuai dengan keputusan gubernur. Setelah aksi tersebut, beberapa rekan kerjanya dipecat. Marsinah berusaha membela mereka. Namun, pada 5 Mei 1993, ia diculik. Marsinah kemudian ditemukan tewas pada 9 Mei 1993 di hutan Wilangan, Nganjuk, dengan tanda-tanda penyiksaan berat.
Kematian Marsinah menjadi sorotan nasional dan internasional. Kasus Marsinah menjadi simbol pelanggaran hak asasi manusia dan ketidakadilan terhadap buruh. Kasus ini bahkan dicatat oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO) sebagai Kasus 1773.
Makam Marsinah sebagai Tempat Peringatan
Makam Marsinah selalu dikunjungi, sebagai salah satu peringatan di Hari Buruh. Ziarah yang dilakukan oleh Menteri PPPA dan pejabat setempat menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan seorang tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi pergerakan buruh perempuan di Indonesia.