Zulhas: Anggaran Kopdes Merah Putih Capai Rp 240 Triliun

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 26x dilihat
Zulhas: Anggaran Kopdes Merah Putih Capai Rp 240 Triliun

Anggaran Besar untuk Memperkuat Peran Koperasi Desa Merah Putih

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan anggaran besar sebesar Rp 240 triliun untuk memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/KDKMP). Program ini disebut akan menjadi langkah strategis dalam memutus rantai pasok yang panjang di sektor pangan, sekaligus menghapus peran tengkulak dan rentenir di tingkat desa.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Ada Rp 240 triliun, nanti untuk Koperasi Desa Merah Putih untuk memotong rantai pasok yang panjang, untuk mengikis tengkulak-tengkulak yang ada di desa, untuk memotong rentenir-rentenir, itu tentu perlu kerja,” ujar Zulhas di KompasTV, Senin (20/10/2025) malam.

Dengan dukungan pendanaan besar tersebut, Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menjadi pusat ekonomi baru di pedesaan yang memberdayakan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil di sektor pangan. “Nah sekarang bayangkan, tadi saya mengatakan nanti orang akan tumbuh, pengusaha-pengusaha sayur, pengusaha ikan, pengusaha ayam, cabai dan lain sebagainya,” paparnya.

Penguatan Kopdes Merah Putih merupakan bagian penting dari upaya pemerintah membangun kemandirian ekonomi melalui produksi pangan dari desa untuk desa. Program ini juga diharapkan menciptakan rantai distribusi yang lebih efisien, harga yang lebih stabil, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan Unit Gudang dan Gerai Kopdes Merah Putih

Di lain sisi, pemerintah juga mulai membangun unit gudang dan gerai Kopdes Merah Putih. Per Jumat (17/10/2025), ada 800 unit gerai dan gudang yang dibangun secara serentak di seluruh Indonesia. Tahap ini menandai dimulainya fase operasional Kopdes yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan fisik 800 gudang dan gerai ditandai dengan peletakan batu pertama gudang dan gerai Kopdes Merah Putih di Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Jumat (17/10/2025), sore hari ini.

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, mengatakan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan 18 kementerian dan lembaga (K/L) telah merampungkan seluruh regulasi teknis, termasuk Aturan Menteri Keuangan (PMK), agar Kopdes dapat segera beroperasi efektif mulai Oktober 2025. “Peletakan batu pertama ini menandakan dimulainya tahap operasional dari pembentukan koperasi desa Kelurahan Merah Putih yang sudah dicanangkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. dan juga Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ucap Ferry saat ditemui di lokasi.

“Dan alhamdulillah kemarin pada bulan Juli dilaunching oleh Bapak Presiden seluruh 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih resmi legalitasnya sudah terbentuk,” paparnya.

Proyek tersebut akan terus berlanjut secara bertahap hingga puluhan ribuan gudang dan gerai koperasi dibangun di seluruh desa. Ia menyebut keterlibatan TNI akan mempercepat proses konstruksi karena program ini dikategorikan sebagai “operasi militer non-perang” yang bersifat strategis untuk memperkuat ekonomi desa.

“Dan ini akan diikuti terus secara bertahap, secepatnya, tadi Pak Wakil Panglima (TNI) juga menyampaikan secepatnya puluhan ribu bangunan fisik gudang-gudang, gerai-gerai akan kita segera bangun,” bebernya.

Ferry menambahkan, semangat pembangunan Kopdes Merah Putih sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa, khususnya Bung Hatta dan Margono Djojohadikusumo, kakek dari Presiden Prabowo Subianto, yang memandang koperasi sebagai bentuk ekonomi gotong royong sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan