
Penundaan Penetapan Neraca Komoditas Pangan 2026
Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) kembali menunda penetapan neraca komoditas pangan tahun 2026. Hal ini terjadi karena sejumlah menteri tidak hadir dalam rapat yang dijadwalkan pada Selasa, 16 Desember. Ini adalah kali kedua dalam beberapa minggu terakhir, penundaan seperti ini terjadi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada pekan lalu, yaitu pada Selasa, 9 Desember, seluruh menteri yang diundang bahkan tidak hadir sama sekali. Kemenko Pangan sempat mengadakan Rapat Koordinasi Terbatas untuk membahas neraca komoditas pangan 2026, namun agenda tersebut juga ditunda.
Rapat koordinasi yang dijadwalkan pada hari Selasa, 16 Desember, berlangsung di Ruang Rapat Utama. Rencananya, acara ini akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Diharapkan, rapat ini dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat terkait, antara lain:
- Menteri Perindustrian
- Menteri Perdagangan
- Menteri Pekerjaan Umum
- Menteri Pertanian
- Menteri Kelautan dan Perikanan
- Kepala Badan Pangan Nasional
- Kepala Badan Pusat Statistik
- Kepala Lembaga National Single Window
Namun, berdasarkan pantauan, hanya dua orang yang hadir dalam rapat tersebut, yaitu Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti.
Zulhas memasuki ruang rapat dan rapat berakhir sekitar pukul 15.00. Ia tidak memberikan penjelasan detail tentang hasil rapat, dan langsung menyerahkan informasi kepada Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, Tatang Yuliono.
Tatang menyebut bahwa hasil rapat yang bisa dirinci saat ini hanya berkaitan dengan beras. Dia menjelaskan bahwa pemerintah menolak usulan importasi beras industri sebanyak 380.952 ton. Menurutnya, kebutuhan beras industri dapat dipenuhi dari dalam negeri.
“Ada usulan untuk beras kebutuhan industri, karena kami sanggup untuk memenuhi (dari dalam negeri) sehingga usulan dari perindustrian sementara tidak kami berikan dulu,” ujar Tatang saat ditemui usai Rapat Koordinasi Terbatas terkait Neraca Komoditas Pangan di kantor Kemenko Pangan, Selasa (16/12).
Berdasarkan keterangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), jenis beras industri yang dimaksud adalah beras menir untuk kebutuhan industri tepung beras dan bihun. Tatang memastikan bahwa Indonesia bisa mencapai swasembada beras pada tahun depan.
“Pokoknya beras kita sudah swasembada dan tidak ada importasi,” katanya.
Tatang mengatakan hingga saat ini dirinya hanya bisa menjelaskan terkait beras. Rincian terkait neraca komoditas pangan lainnya seperti gula, garam, atau gandum belum bisa dirincikan karena rapat penetapannya belum dihadiri menteri terkait.
“(Penetapannya) belum, masih ditunda sampai Menteri Perindustrian dan Menteri KKP hadir,” ucapnya.
Menurut informasi, Kementerian akan kembali mengagendakan rapat penetapan neraca komoditas pangan pada pekan depan. Dengan demikian, harapan masyarakat dan pelaku industri untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai status pasokan pangan nasional masih terus menunggu.