Zulhas: Harga Beras Dunia Turun Akibat Stop Impor Indonesia

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Zulhas: Harga Beras Dunia Turun Akibat Stop Impor Indonesia

Kebijakan Impor Beras Indonesia Pengaruhi Harga Global

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa kebijakan Indonesia dalam menghentikan impor beras telah berdampak signifikan terhadap harga beras di pasar global. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, Indonesia pernah menjadi negara importir beras terbesar di dunia. Namun, dengan peningkatan produksi nasional yang pesat, kini Indonesia tidak lagi memerlukan impor beras.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Sebenarnya kita ini pembeli beras terbesar di dunia. Dulu waktu saya Menteri Perdagangan, harga beras mencapai US$ 650 per tonnya. Sekarang karena kita tidak belanja beras, harganya turun di bawah US$ 400 dolar," ujarnya saat berbicara di Jakarta, Selasa.

Pada tahun 2024, Indonesia melakukan impor beras sebesar 4,5 juta ton. Namun, pada tahun 2025, Indonesia berhasil mencetak surplus produksi beras sebesar 4,7 juta ton. Saat ini, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog telah mencapai 3,7 juta ton.

Peningkatan Produksi Beras dan Jagung

Berdasarkan data dari Kemenko Pangan, produksi beras Indonesia pada periode Januari-Desember 2025 mencapai 34,77 juta ton atau meningkat sebesar 13,54 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, produksi jagung juga meningkat menjadi 16,55 juta ton, naik 9,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Zulhas menilai peningkatan produksi tersebut dipengaruhi oleh pemangkasan regulasi, salah satunya dalam pengadaan pupuk bersubsidi. Sebagai contoh, dulu terdapat sekitar 148 aturan terkait dengan pengadaan pupuk. Kini, regulasi tersebut telah dipangkas menjadi hanya 33 aturan, sehingga petani dapat lebih mudah mendapatkan pupuk sesuai dengan jadwal waktu tanam.

"Jadi pupuk sampai sebelum tanam. Sebelum tanam, pupuk sudah diterima. Itu pengaruhnya luar biasa, pengaruh terhadap produksi beras itu luar biasa," tambahnya.

Swasembada Beras Akan Diumumkan Tahun Ini

Zulhas juga menyampaikan bahwa pada akhir tahun ini atau awal tahun depan akan diumumkan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras. Ia menegaskan bahwa satu tahun ini, Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan beras sendiri.

"Satu tahun ini kita sudah swasembada, nanti Mentan (Menteri Pertanian) akan umumkan bahwa Indonesia berhasil swasembada beras," imbuhnya.

Penyebab Peningkatan Produksi

Selain pemangkasan regulasi, Zulhas menyoroti beberapa faktor lain yang turut berkontribusi pada peningkatan produksi beras dan jagung. Hal ini termasuk peningkatan teknologi pertanian, peningkatan akses pendidikan bagi petani, serta dukungan pemerintah melalui program-program strategis.

Dengan peningkatan produksi yang signifikan, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memiliki potensi untuk ekspor beras ke negara-negara lain. Namun, kebijakan impor beras tetap menjadi prioritas utama untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di dalam negeri.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meskipun ada banyak kemajuan yang dicapai, Zulhas menyadari bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, fluktuasi iklim, perubahan pola cuaca, serta ancaman hama dapat memengaruhi hasil panen. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan dan antisipasi dari pihak terkait.

Selain itu, Zulhas juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas beras yang dihasilkan. Ia berharap produksi beras yang meningkat tidak hanya jumlahnya, tetapi juga kualitasnya agar dapat bersaing di pasar internasional.

Dengan langkah-langkah yang diambil, Indonesia semakin yakin untuk menjaga ketahanan pangan dan memastikan kesejahteraan rakyat.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan