
Pemerintah Tingkatkan Bantuan Pangan untuk Wilayah Terdampak Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah saat ini sedang mempercepat distribusi bantuan pangan ke wilayah-wilayah yang terkena dampak banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Sumatera. Wilayah yang terdampak meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kami dari Menko Pangan memastikan dan sudah bertemu Bulog agar distribusi (bantuan) pangan ditingkatkan dua kali lebih besar,” ujar Zulhas dalam acara BIG Conference 2025, Senin (8/12).
Menurutnya, hingga kemarin, pemerintah telah menyalurkan sebanyak 9 ribu ton bantuan pangan ke Sumatera Utara, 5-6 ribu ton ke Aceh, serta 6-7 ribu ton ke Sumatera Barat. Selain itu, pemerintah juga mengirimkan beberapa juta liter minyak sebagai bagian dari bantuan logistik.
“Pemerintah memiliki cadangan pangan cukup besar, digelontorkan ke Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. (Akan dikeluarkan) sesuai yang diperlukan, silakan berapapun yang diperlukan,” tambahnya.
Proses Penyaluran Mulai Lancar
Zulhas menyebut bahwa proses penyaluran bantuan mulai berangsur lancar di ketiga wilayah terdampak bencana. Ia juga menyatakan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan ke wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kunjungan selanjutnya akan dilakukan ke wilayah Aceh.
“Melihat beberapa dapur MBG yang menjadi dapur umum. Kami akan pastikan itu bisa mendukung dan membantu saudara-saudara yang terdampak,” ucapnya.
Data Korban Bencana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa sebanyak 921 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdasarkan data sementara hingga Minggu (7/12).
Musibah ini juga menyebabkan 392 orang hilang dan 975.079 warga mengungsi. Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto menjelaskan, jumlah korban meninggal di Provinsi Aceh mencapai 366 orang, sedangkan 97 orang masih dinyatakan hilang. Bencana tersebut juga memaksa 914.202 warga Aceh mengungsi.
Wilayah Terisolasi Akibat Bencana
Sejumlah wilayah seperti 232 desa di Kabupaten Bener Meriah dan 295 desa di Aceh Tengah yang tersebar di 14 kecamatan masih terisolasi akibat bencana banjir dan tanah longsor. Kondisi Kabupaten Aceh Tamiang kini mulai menunjukkan perbaikan setelah bantuan logistik dapat masuk kawasan tersebut melalui jalur darat.
“Meskipun jumlah desa yang terdampak juga masih ada 216 desa untuk Aceh Tamiang,” kata Suharyanto saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Minggu (7/12), malam.
Tanggapan Terhadap Tudingan Kerusakan Alam
Selain itu, Zulhas juga merespons tudingan tentang penyebab kerusakan alam dan banjir di Sumatera. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap fokus pada upaya penanggulangan bencana dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Ia juga menyebut bahwa kuota pupuk subsidi masih berlebih, sehingga petani diminta untuk mengajukan tambahan jika diperlukan. Selain itu, Prabowo akan mencabut HGU untuk kebutuhan hunian sementara bagi korban banjir di Sumatra.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat respons bencana dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara efektif.