
Target 82,9 Juta Penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Diundur
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, atau yang akrab disapa Zulhas, menyampaikan bahwa target sebanyak 82,9 juta penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan akan tercapai pada bulan Maret 2026. Hal ini disampaikannya dalam sebuah diskusi di Kompas TV, menjelaskan bahwa pemerintah membutuhkan waktu tambahan untuk melakukan reformasi dan penataan ulang penyelenggaraan MBG.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kemungkinan untuk mencapai 82,9 juta itu tentu perlu waktu tambahan. Saya perkirakan sampai Maret tahun depan," ujarnya. Menurut Zulhas, MBG merupakan program yang sangat mendasar, besar, dan berdampak luas, sehingga pelaksanaannya tidak mudah. Ia menegaskan bahwa perbaikan tata kelola penyelenggaraan MBG diperlukan karena selama ini semua berpusat pada Badan Gizi Nasional (BGN).
Reformasi Tata Kelola MBG
Zulhas menjelaskan bahwa perlu adanya reformasi di bidangnya, termasuk banyak agen-agen perubahan. Organisasi harus ditata ulang, dan hal ini membutuhkan waktu. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyebut tentang Keputusan Presiden (Keppres) tentang tata kelola penyelenggaraan MBG.
Menurut Zulhas, nantinya akan ada pembagian tata kelola penyelenggaraan MBG sehingga tidak lagi berpusat pada BGN. Ada pembagian antara penyelenggaraan dan pengawasan. Pengawasan akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan karena memiliki akses ke puskesmas hingga ke desa dan dusun. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri akan mengakses gubernur, bupati, wali kota, camat, hingga kepala desa.
Sementara itu, BGN akan fokus pada penyelenggaraan MBG. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pelaksanaan program tersebut.
Target Diundur oleh BGN
Kepala BGN, Dadan Hindayana, juga menyampaikan bahwa target 82,9 juta penerima MBG diundur ke bulan Februari 2026. "Kita usahakan, ya selambat-lambatnya Februari lah," katanya. Meskipun demikian, Dadan tetap meyakini bahwa target tersebut bisa rampung pada tahun 2025 asalkan tidak ada gangguan.
"Karena sekarang tidak hanya di darat, di udara pun kita sudah mulai diganggu. Saya bilang tadi ada gangguan, darat ya kan. Ada hal yang harus kita atasi darurat dan sebagainya, termasuk udara," ujarnya. Gangguan di udara meliputi gangguan dalam laman yang mengurus pendaftaran SPPG.
"Kan ketika sistem kita diganggu, otomatis untuk verifikasi pun terganggu. Jadi kadang-kadang ada gangguan seperti itu, yang memang kita sedang atasi terus. Tapi Alhamdulillah sejauh ini bisa kita atasi, on track," jelas Dadan.
Realisasi Penerima MBG
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada 20 Oktober 2025, menyebut bahwa penerima MBG sudah mencapai 36,7 juta orang dengan 12.508 mitra dapur umum atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi. Meskipun begitu, pemerintah tetap menargetkan jumlah penerima manfaat MBG mencapai 82,9 juta orang pada akhir 2025.
Dengan rencana reformasi tata kelola dan peningkatan koordinasi antar lembaga, pemerintah berharap dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Proses ini membutuhkan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah maupun mitra penyelenggara program. Dengan langkah-langkah strategis dan komitmen yang tinggi, harapan besar diarahkan agar MBG dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia.