
Target 82,9 Juta Penerima MBG Akan Tercapai pada Maret 2026
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memperkirakan bahwa target sebanyak 82,9 juta penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tercapai pada bulan Maret 2026. Menurutnya, pemerintah membutuhkan waktu tambahan untuk melakukan reformasi dan penataan ulang penyelenggaraan MBG.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kemungkinan untuk mencapai 82,9 (juta) itu tentu perlu waktu tambahan. Saya perkirakan sampai Maret tahun depan," ujar Zulhas dalam program diskusi "Laporan Khusus Satu Tahun Prabowo-Gibran” di Kompas TV pada Senin (20/10/2025) malam.
Zulhas menekankan bahwa MBG merupakan program yang sangat mendasar, besar, dan berdampak luas sehingga tidak mudah dalam pelaksanaannya. Ia juga menyebut bahwa perbaikan tata kelola penyelenggaraan MBG diperlukan karena selama ini semua berpusat pada Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kan harus ada reformasi di bidangnya. Kemudian, musti banyak agen-agen perubahannya. Organisasinya musti ditata. Tentu perlu waktu," ujar Zulhas.
Keppres Koordinasi Tata Kelola MBG
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menyampaikan tentang keluarnya Keputusan Presiden (Keppres) tentang tata kelola penyelenggaraan MBG. Menurutnya, nantinya akan ada pembagian tata kelola penyelenggaraan MBG sehingga tidak lagi berpusat pada BGN.
"Pengawasannya nanti itu dari Kementerian Kesehatan karena punya akses ke puskesmas sampai ke desa dan dusun. Lalu, ada Menteri Dalam Negeri yang bisa langsung ke gubernur, bupati, wali kota, camat sampai kepala desa," katanya.
Sementara itu, BGN akan fokus pada penyelenggaraan MBG. Zulhas menekankan pentingnya pembagian antara penyelenggaraan dan pengawasan agar sistem berjalan lebih efisien.
BGN Sebut Target 82,9 Juta Diundur
Senada dengan Zulhas, Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut bahwa target 82,9 juta penerima MBG diundur ke bulan Februari 2026. Ia mengatakan, "Kita usahakan, ya selambat-lambatnya Februari lah."
Namun, Dadan tetap meyakini target 82,9 juta penerima MBG bisa rampung tahun 2025, asalkan tidak ada gangguan. "Karena sekarang tidak hanya di darat, di udara pun kita sudah mulai diganggu. Saya bilang tadi ada gangguan, darat ya kan. Ada hal yang harus kita atasi darurat dan sebagainya, termasuk udara," ujarnya.
Adapun gangguan di udara meliputi gangguan dalam laman yang mengurus pendaftaran SPPG. "Kan ketika sistem kita diganggu, otomatis untuk verifikasi pun terganggu. Jadi kadang-kadang ada gangguan seperti itu, yang memang kita sedang atasi terus. Tapi Alhamdulillah sejauh ini bisa kita atasi, on track," jelas Dadan.
Capaian Penerima MBG
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada 20 Oktober 2025, menyebut bahwa penerima MBG sudah mencapai 36,7 juta orang dengan 12.508 mitra dapur umum atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi.
Meskipun demikian, sebenarnya pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat MBG mencapai 82,9 juta orang pada akhir 2025. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan koordinasi yang baik antara berbagai lembaga dan instansi terkait.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Beberapa langkah telah diambil oleh pemerintah untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan lancar. Salah satunya adalah dengan menetapkan Keppres yang bertujuan untuk mengatur tata kelola penyelenggaraan MBG. Selain itu, pemerintah juga terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistem digital yang digunakan dalam pendaftaran dan verifikasi penerima MBG.
Pemerintah juga berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, agar MBG dapat mencapai sasaran yang ditetapkan.
Dengan adanya kebijakan dan rencana strategis yang jelas, diharapkan program MBG dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi kelompok miskin dan rentan.