Kasus Beruang Madu Viral, Kritik untuk Bandung Zoo

Kasus Beruang Madu Viral, Kritik untuk Bandung Zoo

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Kasus Beruang Madu Viral, Kritik untuk Bandung Zoo. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.
Featured Image

Sejarah Kebun Binatang Bandung yang Tidak Menguntungkan

\n

Kebun Binatang Bandung, atau lebih dikenal dengan sebutan Bandung Zoo, pernah menjadi sorotan publik internasional setelah sebuah video yang menampilkan seekor beruang madu kurus viral di media sosial pada tahun 2016. Kejadian ini memperkuat citra buruk Bandung Zoo yang sebelumnya sudah dikritik karena lemahnya tata kelola dan standar kesejahteraan satwa.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

\n

Video Beruang Madu Kurus

\n

Video tersebut pertama kali diunggah oleh organisasi pemantau satwa liar, Scorpion Indonesia, di kanal YouTube dengan judul “Very sad. Sun Bears at Bandung Zoo look very thin and starving. Sun Bears eat their own dung”. Dalam video tersebut, seekor beruang madu bernama Kardit terlihat kurus, lemas, dan bahkan diduga memakan kotorannya sendiri. Kondisi kandang yang kotor serta penampilan satwa yang tidak sehat menimbulkan kecaman luas dari masyarakat.

\n

Video itu kemudian diunggah ulang pada 20 Juli 2016 dengan judul “Starving sun bears and dirty cages in Bandung zoo”, dan kali ini langsung viral, menyebar ke berbagai platform media sosial. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan terhadap kondisi satwa di kebun binatang.

\n

Hasil Pemeriksaan PKBSI

\n

Sorotan publik membuat Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) melakukan pemeriksaan pada 16–17 Mei 2016. Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa Bandung Zoo saat itu memiliki 11 ekor beruang madu. Dari jumlah tersebut, hanya satu ekor jantan berusia di atas 20 tahun yang tampak kurus. Menurut keterangan penjaga, aktivitas dan nafsu makan beruang tersebut masih normal. Namun, hasil laboratorium pada sampel feses menunjukkan adanya infestasi parasit berupa larva cacing. Kondisi ini diyakini menjadi penyebab tubuh beruang tampak kurus.

\n

Kritik terhadap Pengelolaan Bandung Zoo

\n

Meski ada penjelasan medis, publik tetap menilai pengelolaan Bandung Zoo sangat buruk. Video beruang madu kurus itu dianggap sebagai bukti lemahnya pengawasan kesehatan satwa, kurangnya perhatian pada kebersihan kandang, serta tidak adanya standar kesejahteraan satwa yang memadai. Kejadian ini pun menambah panjang daftar masalah yang dihadapi Bandung Zoo, mulai dari tragedi kematian gajah Yani hingga tudingan korupsi tata kelola.

\n

Sorotan Internasional

\n

Kasus beruang madu Bandung Zoo tidak hanya menuai kecaman di dalam negeri, tetapi juga menjadi sorotan media internasional. Banyak aktivis satwa menyerukan agar pemerintah lebih tegas dalam mengawasi kebun binatang di Indonesia agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Peristiwa ini juga menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan kesejahteraan satwa di lingkungan konservasi.

\n

Kesimpulan

\n

Peristiwa ini membuktikan bahwa kebun binatang harus dikelola dengan baik dan transparan. Diperlukan pengawasan yang ketat dan standar yang jelas agar satwa dapat hidup dalam kondisi yang sehat dan nyaman. Bandung Zoo, sebagai salah satu kebun binatang yang terkenal, seharusnya menjadi contoh dalam menjaga kesejahteraan satwa dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perlindungan satwa liar.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar