3 Ciri Startup yang Menarik Perhatian East Ventures


aiotrade, JAKARTA — East Ventures, sebuah perusahaan modal ventura (VC), mengungkapkan tiga karakteristik utama yang menjadi fokus dalam proses investasi mereka. Managing Partner East Ventures, Roderick Purwana, menjelaskan bahwa pendekatan investasi perusahaan didasarkan pada filosofi yang menitikberatkan pada people dan potential market untuk investasi pada startup tahap awal (seed).

“Karakteristik yang kami cari dari pendiri startup adalah integritas, self-awareness, serta paradoxical trait,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, ketiga sifat ini menunjukkan bahwa pendiri startup mampu mempertahankan fokus pada core strength dan tujuan utama bisnisnya. Selain itu, ia menekankan bahwa tim yang kuat akan mampu menciptakan produk berkualitas dan menjangkau pasar yang luas, sehingga perusahaan dapat berkembang secara cepat.

Pada tahap growth funding, East Ventures tidak hanya melihat kekuatan founder, tetapi juga traction. Roderick menyebutkan bahwa pihaknya mencari perusahaan yang berpotensi menjadi category leader.

Lebih lanjut, Roderick mengatakan bahwa East Ventures terbuka terhadap investasi solusi teknologi lintas industri (sector agnostic). Dengan demikian, pada periode 2025–2026, perusahaan tetap fokus pada sektor AI-first, solusi kesehatan, teknologi iklim, dan teknologi konsumen.

Selain itu, ia menilai bahwa saat ini industri venture capital sedang mengalami fase yang sangat berbeda dibandingkan masa puncak siklus ekonomi digital. Menurutnya, pasar telah berada dalam siklus penurunan selama sekitar 24–30 bulan, namun alih-alih membeku, pasar justru menjadi lebih rasional.

“Fundamental kembali menjadi penting, model bisnis harus jelas, dan tata kelola tidak lagi bersifat opsional. Ada tanda-tanda bahwa bagian terburuk dari siklus ini mungkin sudah terlewati, tetapi kecepatan pemulihan tetap akan bergantung pada kondisi global seperti suku bunga, geopolitik, dan likuiditas,” jelasnya.

Sebab itulah, Roderick menegaskan bahwa East Ventures tetap berhati-hati, tetapi tetap optimistis (cautiously optimistic) karena Indonesia memiliki struktur yang kuat. Hal ini mencakup permintaan domestik yang besar, adopsi digital yang terus meningkat, serta banyak masalah nyata yang bisa diselesaikan oleh teknologi.

“Peluangnya jelas ada. Yang kini dituntut oleh pasar adalah kredibilitas seperti unit economics yang benar-benar sehat, tata kelola yang nyata, dan eksekusi yang solid,” pungkasnya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi VC

Berikut beberapa faktor yang menjadi pertimbangan East Ventures dalam melakukan investasi:

  • Integritas dan Self-Awareness: Pendiri startup yang memiliki integritas dan kesadaran diri mampu menjaga fokus pada tujuan bisnis dan mengambil keputusan yang tepat.
  • Paradoxical Trait: Sifat ini merujuk pada kemampuan pendiri untuk menghadapi tantangan dengan cara yang unik dan kreatif.
  • Traction: Pada tahap growth funding, East Ventures melihat pertumbuhan dan pengaruh perusahaan di pasar sebagai indikator potensi kepemimpinan.

Sejumlah Sektor yang Dilirik East Ventures

East Ventures fokus pada sektor-sektor berikut:

  • AI-first: Teknologi artificial intelligence yang menjadi inti dari inovasi bisnis.
  • Solusi Kesehatan: Teknologi yang digunakan untuk meningkatkan layanan kesehatan.
  • Teknologi Iklim: Solusi yang berfokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan.
  • Teknologi Konsumen: Inovasi yang bertujuan memenuhi kebutuhan pasar konsumen.

Tantangan dan Peluang di Pasar VC

Meskipun pasar sedang dalam siklus penurunan, Roderick menilai bahwa situasi ini justru membuat pasar lebih rasional. Ia menekankan bahwa fondasi bisnis yang kuat dan model bisnis yang jelas menjadi kunci keberhasilan.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya tata kelola yang baik dan eksekusi yang solid. Hal ini menjadi pertimbangan utama bagi investor dalam memilih startup untuk dibiayai.

Dengan adanya tantangan global seperti suku bunga dan geopolitik, East Ventures tetap optimistis. Mereka percaya bahwa peluang di pasar Indonesia masih sangat besar, terutama karena permintaan domestik yang tinggi dan adopsi digital yang semakin pesat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan