3 Dunia: Pelajar Korea Tewas di Kamboja, Paus Leo XIV


Berita
Top 3 Dunia
pada Kamis 16 Oktober 2025 diawali oleh polisi Kamboja tangkap 3 warga Cina atas dakwaan pembunuhan pelajar Korea Selatan.
Sementara di urutan kedua, truk bantuan kemanusiaan mulai memasuki Jalur Gaza pada Rabu setelah Israel dan Hamas menyelesaikan sengketa terkait pengembalian jenazah sandera yang sempat mengancam gencatan senjata.
Adapun di urutan ketiga, Paus Leo XIV telah memerintahkan pengiriman 5.000 dosis antibiotik untuk anak-anak di Gaza sebagai bantuan kemanusiaan, seiring dimulainya masuknya bantuan ke wilayah tersebut setelah dua tahun konflik.
Berita Top 3 Dunia selengkapnya.

1. Pelajar Korea Selatan Tewas di Kamboja, 3 Warga Cina Ditangkap

Kepolisian Kamboja menahan tiga lelaki berkewarganegaraan Cina. Mereka didakwa melakukan pembunuhan dan penipuan daring atau online scam yang terhubung dengan penculikan, penyiksaan, serta kematian seorang pelajar Korea Selatan.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mendorong pemerintahan untuk menerapkan semua sumber daya yang tersedia untuk menanggapi masalah ini dengan cepat, akurat, dan tegas. Untuk merespons dari kejadian ini, pemerintahan Korea Selatan mengirimkan tim gabungan ke Kamboja.

2. Truk Bantuan Kemanusiaan Mulai Masuk ke Jalur Gaza

Truk bantuan kemanusiaan mulai memasuki Jalur Gaza pada Rabu, 15 Oktober 2025, setelah Israel dan Hamas menyelesaikan sengketa terkait pengembalian jenazah sandera yang sempat mengancam gencatan senjata.

Israel sebelumnya mengancam akan menutup penyeberangan Rafah dan mengurangi pasokan bantuan karena Hamas dianggap terlalu lambat mengembalikan jenazah warga Israel yang tewas. Situasi mulai mereda setelah Hamas mengembalikan lebih banyak jenazah pada Rabu malam.

3. Paus Leo XIV Kirim Antibiotik ke Gaza

Paus Leo XIV telah memerintahkan pengiriman 5.000 dosis antibiotik untuk anak-anak di Gaza sebagai bantuan kemanusiaan, seiring dimulainya masuknya bantuan ke wilayah tersebut setelah dua tahun konflik.

Bantuan yang disalurkan melalui Kantor Amal Kepausan itu, bertujuan memberikan dukungan medis mendesak bagi korban termuda di Gaza, menurut laporan Vatican News seperti dikutip Anadolu pada hari Selasa.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan