6 Tren Fesyen yang Menggemparkan di London Fashion Week


London Fashion Week (LFW) telah resmi berakhir pada 22 September. Sebagai salah satu ajang mode global yang paling diakui, LFW selama beberapa musim terakhir menghadapi tantangan dengan sejumlah merek besar asal Inggris seperti Alexander McQueen dan Victoria Beckham memilih menyelenggarakan koleksi mereka di kota lain. Namun, di musim ini, dengan kepemimpinan CEO baru British Fashion Council, Laura Weir, LFW hadir dengan tren fashion yang segar dan eksperimental.

Puff! Volume dan Pinggul yang Ditonjolkan ala Gaun Era Victoria

Tren yang menarik perhatian adalah gaun dengan volume dan pinggul yang ditonjolkan, mirip dengan gaya era Victoria. Gaun ala Marie Antoinette, lengkap dengan rok super lebar, pinggang ketat, dan crinoline sebagai rangka, kembali muncul tapi diadopsi ke model yang lebih kekinian. Simone Rocha, contohnya, mengolah ide ini dengan romantisme khas labelnya. Detail ruffle, chiffon, dan sequin menghiasi potongan busana Simone Rocha.

Selain itu, Erdem Moralıoğlu memilih pendekatan arsitektural dengan kurva pinggul yang tegas. Tren ini menunjukkan bahwa elemen-elemen klasik bisa dihidupkan kembali dengan cara yang modern dan inovatif.

Rumbai-rumbai yang Meramaikan Panggung Runway

Tren lain yang tidak bisa diabaikan adalah rumbai-rumbai atau fringe. Roksanda Ilincic menghadirkan fringe tebal di blazer dan gaun panjang yang menciptakan efek visual yang penuh energi. Conner Ives menambahkan sentuhan modern lewat sabuk neon dengan detail fringe. Sementara itu, Dilara Findikoglu mengombinasikan fringe dalam desainnya dengan stud dan chainmail untuk kesan yang lebih edgy.

Priya Ahluwalia juga mencuri perhatian lewat gaun burgundy yang dipenuhi panel fringe serta blazer dengan lapel berbingkai rumbai. Fringe menjadi elemen penting dalam menambah dimensi dan dinamika pada busana.

Motif Floral yang Intens dan Berani

Motif floral memang sudah jadi “paket wajib” di setiap musim semi. Tapi kali ini, cara para desainer London menafsirkannya terasa jauh lebih berani. Demon Zhang dari Mithridate, Richard Quinn, dan Yuhan Wang menampilkan motif floral yang padat, seolah memenuhi seluruh permukaan busana, menciptakan tampilan yang penuh harmoni.

Sementara itu, Marta Marques dan Paulo Almeida dari label Marques’ Almeida, bersama Simone Rocha, memilih pendekatan yang berbeda. Mereka hanya menempatkan satu tangkai bunga besar sebagai fokus. Transisi dari floral padat ke minimalis menunjukkan bahwa motif bunga bisa tampil dengan banyak wajah, baik dramatis maupun simbolis.

Kain Jacquard yang Mewah dan Maksimalis

Tren kain jacquard juga mencuri perhatian. Burberry menghadirkan jaket tapestry dengan tailoring modern. Di sisi lain, Chopova Lowena lebih berani dengan potongan yang terdekonstruksi, menghadirkan kesan raw yang segar. Dari rancangan para desainer di London Fashion Week dapat dilihat bahwa kain berat seperti jacquard pun bisa menjadi bahan eksperimen penuh karakter.

Kerah Leher Berkerut Ala Era Victoria

Detail kerah tinggi berkerut yang populer di era Victoria juga banyak muncul. Elemen klasik ini menghadirkan nuansa dramatis sekaligus romantis di banyak koleksi. Contohnya, Erdem Moralıoğlu yang memanfaatkan model kerah ini untuk memberikan kesan puitis pada gaun-gaun panjangnya.

Aksesori Nyentrik yang Nggak Bisa Diprediksi


London Fashion Week dikenal akan para desainernya yang lihai dalam memainkan elemen aksesori penuh inovasi dan kejutan. Simone Rocha menampilkan sarung tangan panjang bertabur sequin dan bantal berumbai. Yuhan Wang sukses mengejutkan penonton dengan aksesori kreatif nan nyentrik berbentuk pedang dan boneka angsa.

Di sisi lain, Ashley Williams memberikan bumbu humor lewat aksesori gelang di tangan model dari gulungan tisu toilet dan mahkota plastik berwarna merah muda. Dilara Findikoglu menghadirkan clutch berbentuk wadah ceri, sementara Susan Fang menyuguhkan kacamata terinspirasi jamur. Tak ketinggalan Marques’ Almeida, yang mengundang rasa penasaran lewat model yang berjalan sambil membawa bayi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan