
Jenis-Jenis Infeksi Kulit Akibat Virus yang Perlu Diketahui
\nKulit merupakan organ terbesar tubuh dan berperan sebagai pelindung dari lingkungan luar sekaligus mencerminkan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Salah satu masalah yang sering muncul adalah infeksi kulit akibat virus. Infeksi ini bisa disebabkan oleh reaksi tubuh terhadap virus yang sudah ada di dalam tubuh atau langsung menyerang kulit. Berikut adalah beberapa jenis infeksi kulit yang disebabkan oleh virus, beserta penjelasannya.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
1. Cacar Air (Chickenpox)
\nCacar air disebabkan oleh varicella zoster virus (VZV). Virus ini dapat "tidur" di sel saraf tulang belakang dan aktif kembali di kemudian hari. Penyakit ini lebih umum dialami anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa terkena dengan gejala yang lebih parah seperti pneumonia, radang otak, atau dehidrasi. Lebih dari 90 persen orang di atas usia 15 tahun pernah terinfeksi cacar air.
\nPada wanita hamil, cacar air bisa berdampak fatal bagi janin. Oleh karena itu, wanita yang akan menikah dan belum pernah terkena cacar air disarankan untuk mendapatkan vaksin cacar agar terhindar dari infeksi selama kehamilan.
\n2. Herpes Zoster (Shingles)
\nHerpes zoster atau lebih dikenal dengan shingles terjadi akibat reaktivasi varicella zoster virus dalam tubuh. Penyakit ini biasanya menyerang orang lanjut usia. Angka kejadiannya cukup tinggi, yaitu sekitar 790–880 kasus per 100.000 orang berusia 70–79 tahun. Faktor pemicu seperti stres atau penurunan daya tahan tubuh dapat meningkatkan risiko terjadinya herpes zoster.
\n3. Pityriasis Rosea
\nPityriasis rosea ditandai dengan munculnya bercak oval berwarna merah muda pucat di tubuh, kecuali wajah dan kepala. Biasanya dimulai dengan satu bercak besar di dada atau perut, kemudian diikuti puluhan hingga ratusan bercak kecil. Meski tampak mengganggu, bercak ini umumnya tidak terasa gatal atau sakit. Pada awal muncul, penyakit ini sering keliru didiagnosis sebagai infeksi jamur karena penampilannya yang mirip.
\n4. Cacar Monyet (Monkeypox)
\nCacar monyet menyebabkan ruam yang mirip dengan cacar air pada awalnya. Namun, lepuhan cacar monyet awalnya berisi cairan bening dan berubah menjadi cairan keruh berwarna kuning keputihan. Karena kemiripan gejalanya, penyakit ini sering salah dikenali pada tahap awal.
\n5. Molluscum Contagiosum
\nMolluscum contagiosum adalah infeksi kulit akibat virus yang paling banyak menyerang anak-anak, terutama usia 1–4 tahun. Angka kejadiannya sekitar 12–14 kasus per 1000 anak per tahun. Lesi yang muncul berupa benjolan kecil, halus, dan berwarna pucat. Pada orang dewasa, infeksi ini biasanya hanya muncul jika sistem imun melemah.
\n6. Orf Virus
\nOrf virus adalah penyebab penyakit mulut luka (sore mouth disease), yang termasuk dalam kategori poxvirus. Virus ini ditemukan di seluruh dunia, terutama di daerah yang memiliki domba, kambing, atau hewan sejenis. Manusia bisa tertular jika bersentuhan langsung dengan hewan terinfeksi. Infeksi ini menyebabkan luka nyeri di kulit. Untuk mencegah penularan, langkah sederhana seperti memakai sarung tangan sangat dianjurkan.
\n7. Roseola
\nRoseola disebabkan oleh infeksi human herpes virus 6 (HHV-6). Penyakit ini jarang terjadi pada bayi di bawah enam bulan karena masih terlindungi antibodi dari ibu. Roseola paling sering menyerang anak usia 6 bulan hingga 2 tahun. Gejalanya biasanya berupa demam mendadak yang kemudian diikuti ruam merah di tubuh. Penyakit ini sangat menular terutama saat fase demam tinggi.
\nInfeksi kulit akibat virus memiliki berbagai bentuk dan gejala, mulai dari bercak, lepuhan, hingga benjolan. Sebagian besar tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi ada juga yang bisa menimbulkan komplikasi serius, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh lemah. Mengenali gejalanya sejak dini akan membantu penanganan yang tepat sekaligus mencegah penularan ke orang lain.
Komentar
Kirim Komentar