
IJTI Korda Cimahi–Bandung Barat Gelar Muskorda ke-3
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Cimahi–Bandung Barat menggelar Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) ke-3 di Dago Dreampark, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa 11 November 2025. Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat komitmen jurnalis televisi untuk menjaga kualitas kerja dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.
Dalam forum tersebut, jurnalis BTV, Aep Sopandi, terpilih sebagai Ketua IJTI Korda Cimahi–Bandung Barat periode 2025–2028. Ia menggantikan Edwan Hadnansyah (Metro TV) yang telah menjabat selama dua periode. Keputusan ini diambil setelah melalui proses pemilihan yang transparan dan demokratis, sehingga menunjukkan bahwa kepemimpinan baru ini didukung oleh seluruh anggota IJTI Korda.
Aep menegaskan bahwa amanah yang diemban bukan sekadar tanggung jawab organisasi, melainkan panggilan untuk mengabdi. Menurut dia, di era arus informasi tanpa batas, jurnalis televisi menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tantangan-tantangan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari disinformasi yang semakin marak, tekanan ekonomi media, hingga tuntutan publik terhadap kecepatan dan akurasi pemberitaan.
“Kami akan fokus memperkuat profesionalisme dan etika jurnalistik,” ujar Aep. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah media tidak hanya ditentukan oleh jumlah penonton atau pendapatan iklan, tetapi juga oleh kualitas konten yang disajikan. Dengan demikian, IJTI Korda berkomitmen untuk menjaga standar jurnalisme yang tinggi.
Sementara itu, ketua sebelumnya, Edwan Hadnansyah, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan baru tersebut. Ia berharap agar IJTI Korda dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi dunia jurnalistik di wilayah Cimahi dan Bandung Barat.
Tantangan yang Dihadapi Jurnalis Televisi
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi media, jurnalis televisi menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah munculnya informasi yang tidak akurat atau bahkan palsu. Hal ini bisa memengaruhi kredibilitas media dan kepercayaan publik terhadap berita yang disajikan.
Selain itu, tekanan ekonomi juga menjadi isu yang serius. Media televisi harus beradaptasi dengan perubahan pasar iklan dan penggunaan platform digital. Hal ini memerlukan strategi yang tepat agar tetap bisa bertahan dan memberikan layanan yang berkualitas.
Tuntutan publik terhadap kecepatan dan akurasi pemberitaan juga semakin tinggi. Masyarakat kini lebih mudah mengakses informasi secara langsung, sehingga media harus mampu memberikan berita yang cepat, akurat, dan relevan.
Peran IJTI dalam Meningkatkan Profesionalisme
IJTI memiliki peran penting dalam meningkatkan profesionalisme dan etika jurnalistik. Melalui berbagai program pelatihan dan workshop, IJTI membantu jurnalis untuk terus belajar dan berkembang. Selain itu, IJTI juga menjadi wadah untuk saling mendukung dan berkolaborasi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Dengan adanya muskorda ke-3 ini, IJTI Korda Cimahi–Bandung Barat menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas kerja. Diharapkan, kepemimpinan Aep Sopandi dapat membawa IJTI Korda menuju masa depan yang lebih baik dan berkontribusi positif bagi dunia jurnalistik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar