Anwar Hafid Serahkan 19 Ambulans untuk Rumah Ibadah, Tanda Pelayanan dan Solidaritas

Anwar Hafid Serahkan 19 Ambulans untuk Rumah Ibadah, Tanda Pelayanan dan Solidaritas

Gubernur Sulawesi Tengah Serahkan 19 Unit Ambulans ke Berbagai Lembaga Keagamaan

Di bawah langit cerah Lapangan Pogombo pada Rabu siang (12/11/2025), Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., melakukan seremoni penyerahan 19 unit mobil ambulans kepada berbagai rumah ibadah, yayasan, dan organisasi keagamaan dari berbagai daerah di provinsi tersebut. Acara yang sederhana namun penuh makna ini menunjukkan wajah lain dari kepemimpinan Anwar—yang menjadikan solidaritas sosial sebagai salah satu denyut utama pemerintahannya.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif “BERANI Sehat”, yang menjadi andalan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam upaya memperluas akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat pedesaan dan wilayah terpencil yang selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas medis. Dengan program ini, pemerintah ingin memberikan perlindungan kesehatan yang lebih merata dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Dalam pidatonya, Gubernur Anwar menyampaikan dengan nada rendah hati namun tegas. Ia berharap agar ambulans-ambulans tersebut tidak sering digunakan—bukan karena tidak berguna, melainkan karena ia ingin masyarakat tetap sehat. “Tapi ketika dibutuhkan, biarlah kendaraan ini menjadi pertolongan pertama bagi yang sedang berjuang,” ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin. Pernyataan ini mencerminkan komitmen Gubernur untuk menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama.

Kendaraan yang diserahkan bukan hanya sekadar sarana transportasi medis. Dengan lambang “BERANI Sehat” yang tertera di bodinya, ambulans-ambulans itu membawa pesan moral: bahwa pelayanan publik adalah hak semua warga, tanpa memandang latar belakang agama atau wilayah administratif. “Tulisan itu bukan slogan,” tegas Anwar, “tetapi cerminan niat kami untuk hadir di tengah masyarakat.”

Program ini juga menunjukkan sinergi antara eksekutif dan legislatif. Gubernur Anwar menyampaikan apresiasi kepada DPRD Sulawesi Tengah atas dukungannya terhadap pelaksanaan program yang dibiayai melalui skema hibah keagamaan ini. “Bantuan ini dari rakyat dan untuk rakyat,” katanya menutup sambutan, kalimat yang seolah mengikat suasana dalam satu semangat kebersamaan.

Di sisi lain, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulteng, Drs. Awaluddin, MM., menegaskan pentingnya tanggung jawab moral para penerima. Ia mengimbau agar setiap lembaga yang menerima ambulans dapat menjaga dan merawatnya dengan baik, memastikan kendaraan tersebut selalu siap saat masyarakat membutuhkannya.

Dari daftar penerima, tampak bahwa distribusi bantuan menjangkau berbagai denominasi dan wilayah. Di antaranya Masjid Nurul Huda di Desa Lembah Tompotika, Kabupaten Banggai; GKST Jemaat Efrata Kamba di Kabupaten Poso; serta Masjid At-Taufiq di Desa Boya Baliase, Kabupaten Sigi. Kombinasi penerima dari Islam dan Kristen itu menandai upaya pemerintah provinsi memperkuat jembatan kemanusiaan lintas iman.

Para pejabat yang hadir menyebut langkah ini sebagai bentuk nyata “politik pelayanan”—gaya kepemimpinan yang jarang mengumbar janji, tetapi lebih memilih berbicara lewat aksi. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial, kebijakan semacam ini menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah masih bisa berpihak pada yang kecil dan jauh dari pusat perhatian.

Di akhir acara, barisan 19 ambulans putih berderet rapi di halaman kantor gubernur. Suara mesin yang mulai menyala satu per satu menjadi simbol baru dari pergerakan pelayanan publik yang hidup—bergerak dari ibu kota provinsi menuju desa-desa di pelosok Sulawesi Tengah. Dalam pantulan kaca jendela ambulans itu, tampak cermin sederhana dari cita-cita besar: menghadirkan negara di setiap jalan kecil tempat masyarakat membutuhkan uluran tangan.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan