Aplikasi Pintu Tambah 10 Aset Tokenisasi Global, Mulai dari Pepsi hingga Chevron

Pintu Tambahkan 10 Tokenisasi Aset Global ke Platformnya

PT Pintu Kemana Saja (Pintu) resmi menambahkan 10 tokenisasi aset global ke dalam platformnya. Langkah ini memperluas pilihan instrumen investasi bagi pengguna melalui aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Pada periode Februari hingga Maret 2026, kami telah melisting 10 aset kripto," ujar Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026). Daftar tersebut mencakup tokenisasi saham dan ETF besar seperti Mastercard (MAX), JPMorgan Chase (JPMX), Chevron (CVXX), AMD (AMDX), Eli Lilly (LLYX), UnitedHealth (UNHX), PepsiCo (PEPX), hingga instrumen obligasi melalui TLTX, AGGX, dan IEFAX.

Diversifikasi Aset Nyata Lewat Blockchain

Tokenisasi merupakan proses representasi hak kepemilikan aset dunia nyata seperti saham, obligasi, hingga komoditas menjadi token digital di jaringan blockchain. Iskandar menyebutkan bahwa investor kripto dapat melakukan diversifikasi portofolio ke aset konvensional dengan lebih praktis. Melalui aplikasi, pengguna kini bisa mengakses saham global, ETF, hingga perak dan emas dalam format tokenisasi.

"Pilihan tokenisasi aset ini memungkinkan investor kripto bisa melakukan diversifikasi aset tidak hanya ke proyek-proyek berbasis kripto," ujarnya.

Pasar RWA Global Tembus Rp423 Triliun

Pertumbuhan pasar tokenisasi Real World Asset (RWA) memang tengah naik. Data dari situs rwa.xyz menunjukkan nilai on-chain sektor tersebut telah menembus angka 25,03 miliar dolar AS atau setara Rp423 triliun. Tren tersebut juga menjadi sorotan utama dalam konferensi Consensus di Hong Kong. Pertumbuhan sektor RWA disebut makin kencang berkat keterlibatan institusi finansial besar.

Penggunaan teknologi blockchain dalam proses ini dinilai mampu menciptakan efisiensi, mempercepat penyelesaian transaksi, serta menjamin transparansi karena setiap aktivitas tercatat secara terbuka.

Total 300 Aset Tersedia di Aplikasi

Dengan penambahan aset baru tersebut, total instrumen investasi yang tersedia di aplikasi kini melampaui 300 aset kripto. Pihaknya akan terus memantau potensi perkembangan tokenisasi aset di masa depan.

"Kami akan terus menghadirkan beragam pilihan aset kripto yang relevan agar pengguna PINTU dapat melakukan diversifikasi portofolio lebih optimal serta mengakses kesempatan investasi aset global dengan lebih mudah," kata Iskandar.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan