SAMARINDA, aiotrade.app
— Polisi kembali mengungkap fakta baru dalam kasus kaburnya 15 tahanan dari ruang sel Polsek Samarinda Kota, Kalimantan Timur, pada Minggu (19/10/2025).
Arah kamera pengawas atau CCTV diketahui telah diubah terlebih dahulu oleh salah satu tahanan sebelum aksi pelarian dilakukan. Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Agus Setyawan menjelaskan, rekaman CCTV yang berada di belakang sel seharusnya dapat memantau seluruh area. Namun, pelaku mengelabui pengawasan dengan memanfaatkan kayu panjang untuk mengarahkan kamera ke atas. Hal tersebut membuat jalur pelarian tidak lagi terekam.
“CCTV-nya sebenarnya berfungsi. Namun, pada saat tersangka pertama keluar, CCTV itu diarahkan ke atas. Jadi tidak menjangkau lagi tempat lubang dari dinding,” ujar Agus kepada wartawan, Senin (26/10/2025).
Lubangi Dinding Toilet untuk Kabur
Dengan kondisi CCTV yang tidak lagi mengarah ke area yang krusial, para tahanan kemudian memulai upaya pelarian. Mereka terlebih dulu menjebol bagian dinding toilet dengan memanfaatkan besi jemuran yang ada di dalam sel. Setelah lubang terbentuk, satu per satu tahanan keluar dan melarikan diri.
Agus melanjutkan, pelarian itu baru diketahui setelah petugas jaga melakukan pengecekan terhadap situasi ruang tahanan dan menemukan lubang pada dinding. Pemeriksaan rekaman CCTV pun tidak memberikan petunjuk jelas karena kamera telah digeser.
“Pada saat kami ingin mengetahui bagaimana mereka keluar, ternyata CCTV sudah diarahkan ke atas. Itu perbuatan pelaku yang kabur pertama,” ucapnya.
Tiga Tahanan Masih Buron
Hingga kini, tim gabungan dari Polresta Samarinda dan Polda Kaltim telah berhasil menangkap kembali 12 tahanan. Sementara tiga lainnya masih dalam pengejaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi juga masih mendalami apakah ada kelalaian dari petugas jaga yang menyebabkan para tahanan begitu leluasa melakukan aksi tersebut.
Evaluasi sistem pengamanan ruang tahanan pun tengah dilakukan, termasuk pengecekan seluruh fasilitas dan rencana penambahan perangkat keamanan tambahan.
“Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap empat tahanan yang masih kabur. Selain itu, kami lakukan pembenahan pada sistem pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Agus.
Langkah-Langkah yang Diambil oleh Petugas
-
Pengawasan CCTV
Petugas memastikan bahwa kamera pengawas berada dalam posisi yang optimal untuk memantau seluruh area ruang tahanan. Meski kamera bekerja dengan baik, perubahan arah kamera oleh tahanan membuat pengawasan menjadi tidak efektif. -
Pengecekan Fasilitas Keamanan
Pihak kepolisian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas di ruang tahanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh tahanan untuk melakukan aksi pelarian. -
Penambahan Perangkat Keamanan
Rencana penambahan perangkat keamanan tambahan sedang dipertimbangkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tingkat keamanan dan mencegah kejadian serupa terulang. -
Evaluasi Sistem Pengamanan
Evaluasi sistem pengamanan dilakukan secara berkala. Ini mencakup pengecekan prosedur kerja petugas jaga serta peningkatan koordinasi antarinstansi untuk memastikan keamanan tetap terjaga. -
Penindakan terhadap Pelaku
Selain menangkap tahanan yang kabur, polisi juga melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya kelalaian dari petugas jaga. Hal ini dilakukan untuk menegakkan tanggung jawab dan memperbaiki sistem pengawasan.
Penanganan Terhadap Tahanan yang Masih Buron
-
Tim Gabungan
Tim gabungan dari Polresta Samarinda dan Polda Kaltim terus berupaya untuk menangkap tiga tahanan yang masih buron. Proses pengejaran dilakukan dengan pendekatan yang lebih intensif. -
Pemantauan Berkelanjutan
Pihak kepolisian melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian tahanan. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses penangkapan. -
Peningkatan Koordinasi
Koordinasi antarinstansi ditingkatkan untuk memastikan informasi tentang keberadaan tahanan dapat segera didapatkan dan ditindaklanjuti. -
Pembekalan Teknis
Petugas juga dilatih lebih lanjut dalam hal teknik penangkapan dan pengendalian tahanan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi situasi darurat. -
Sosialisasi Kesadaran Keamanan
Pihak kepolisian juga melakukan sosialisasi kesadaran keamanan kepada masyarakat dan instansi terkait. Hal ini dilakukan untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar