Astra International (ASII) Kembali Gelar Buyback Saham Hingga Rp2 Triliun

Astra International (ASII) Kembali Gelar Buyback Saham Hingga Rp2 Triliun


aiotrade, JAKARTA – PT Astra International Tbk. (ASII) akan kembali melaksanakan aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal sebesar Rp2 triliun. Langkah ini dilakukan oleh manajemen ASII sebagai upaya untuk meningkatkan nilai yang diberikan kepada pemegang saham.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis, nominal buyback kali ini mencapai Rp2 triliun, termasuk biaya perantara pedagang efek terkait aksi korporasi ini. Dana yang digunakan berasal dari sumber internal perseroan, sehingga tidak memberikan dampak negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Manajemen ASII menegaskan bahwa jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Selain itu, tingkat free float akibat pelaksanaan buyback ini diharapkan tetap stabil, yaitu tidak kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor.

“Dalam pelaksanaan pembelian kembali saham, perseroan akan menggunakan dana internal dan bukan dari pinjaman atau dana hasil penawaran umum,” jelas manajemen ASII dalam pernyataannya.

Menilik laporan keuangan perseroan, aksi buyback ini hanya menyebabkan penyusutan total ekuitas sebesar Rp2 triliun menjadi Rp287,6 triliun setelah aksi tersebut terlaksana. Dengan demikian, aksi ini juga memengaruhi total aset perseroan. Namun, buyback dinilai tidak memberikan dampak negatif terhadap kinerja laba bersih perseroan atau laba bersih per saham ASII setelah buyback.

Justru, laba bersih per saham diprediksi meningkat menjadi Rp608 per saham setelah aksi buyback ini dilakukan. Aksi buyback akan dilaksanakan oleh ASII pada periode 19 Januari hingga 25 Februari 2026. Seluruh saham yang dibeli kembali dalam aksi korporasi ini akan disimpan sebagai saham treasuri oleh ASII.

Tujuan utama dari aksi ini adalah memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham ASII. Selain itu, aksi ini juga diharapkan mampu menstabilkan harga saham perseroan dalam kondisi pasar yang fluktuatif.

“Pembelian kembali saham juga memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang. Saat ini, saham treasuri dapat dijual di masa depan dengan nilai optimal jika perseroan membutuhkan tambahan modal,” ujar manajemen ASII.

Aksi buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan ASII menunjuk satu perusahaan efek untuk menjalankan aksi korporasi ini. Pembelian kembali saham dapat dihentikan sebelum tenggat waktu jika dana yang telah digelontorkan mencapai Rp2 triliun atau perseroan memutuskan untuk menghentikannya.

Sebelumnya, ASII juga pernah melakukan aksi buyback serupa pada November 2025 lalu. Nilai buyback saat itu juga mencapai level Rp2 triliun. Selama periode buyback tersebut, ASII telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 305.213.900 saham dengan total nilai sebesar Rp1,99 triliun.

Aksi buyback tersebut baru saja dihentikan oleh manajemen pada 13 Januari 2026, yang seharusnya berlangsung hingga 30 Januari 2026.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan