Atalanta Kehilangan Gasperini, Juric Masuk Daftar Pemecatan

Atalanta Menghadapi Kekacauan Tanpa Gian Piero Gasperini

Kehidupan Atalanta tanpa pelatih Gian Piero Gasperini sejak musim 2025-2026 terasa seperti neraka. La Dea, yang selama sembilan musim ditangani oleh Gasperini, menjadi salah satu tim papan atas Serie A. Dalam masa itu, Gli Orobici bahkan berhasil melaju ke Liga Champions empat kali. Namun, setelah Gasperini memutuskan untuk bergabung dengan AS Roma, Atalanta memilih Ivan Juric sebagai penggantinya.

Pemilihan Juric awalnya dianggap sebagai langkah strategis, mengingat ia memiliki hubungan baik dengan direktur teknik Atalanta, Tony D'Amico, ketika keduanya bekerja bersama di Hellas Verona pada 2019-2021. Selain itu, Juric juga pernah menjadi asisten Gasperini di Inter Milan dan Palermo. Namun, performa klub juara Liga Europa 2023-2024 ini justru menurun drastis sejak Juric mengambil alih.

Dalam sembilan pekan pertama Liga Italia, Atalanta hanya mampu meraih dua kemenangan. Meskipun sempat tidak terkalahkan hingga bulan Oktober, hasil tersebut dinilai tidak cukup memuaskan. Performa buruk ini membuat Juric mulai diisukan bakal dipecat karena dianggap merusak fondasi yang dibangun Gasperini.

Kekalahan Beruntun dan Tekanan Besar

Setelah kekalahan dari Udinese dan Sassuolo, posisi Juric semakin rentan. Kekalahan dari Sassuolo terjadi di kandang sendiri, yang semakin memperparah situasi. Meski sebelumnya Juric sukses membawa Atalanta mengalahkan Marseille di Liga Champions, prestasi itu langsung terlupakan.

Media Italia kini melaporkan bahwa Atalanta sedang serius mempertimbangkan pemecatan Juric. Nama-nama seperti Raffaele Palladino, Roberto Mancini, atau Thiago Motta disebut-sebut sebagai calon pengganti. Setelah kekalahan dari Sassuolo, Juric mengakui bahwa dirinya berisiko di-PHK.

"Pelatih selalu harus bertanggung jawab," ujarnya dalam jumpa pers. "Penampilan pemain mengganggu saya secara emosional. Saya kaget karena kami bermain sangat bagus melawan Marseille. Saya tidak bisa menjelaskan mengapa kami kolaps hari ini."

Riwayat Pemecatan yang Mengkhawatirkan

Sejak awal, penunjukan Juric sebagai pelatih Atalanta memicu keraguan. Ia dikenal sering dipecat selama kariernya. Pada 2017, Genoa memecatnya dua kali. Lalu, Verona dan Torino juga menggantinya pada 2021 dan 2024. Musim lalu, Juric gagal total saat menangani dua klub. Pada 18 September 2024, ia ditunjuk menjadi pelatih AS Roma, tetapi dipecat pada 10 November karena hasil buruk. Setelahnya, ia dikontrak Southampton, namun klub tersebut terdegradasi lebih cepat daripada yang pernah terjadi dalam sejarah Premier League.

Juric akhirnya mengundurkan diri setelah Southampton turun kasta. Hingga Senin (10/11/2025) pagi WIB, belum ada pengumuman resmi tentang pemecatan Juric. Jika Atalanta benar-benar memecatnya, Juric akan menjadi pelatih keempat yang kehilangan pekerjaannya pada musim ini. Dia menyusul Igor Tudor (Juventus), Patrick Vieira (Genoa), dan Stefano Pioli (Fiorentina).

Kesimpulan

Atalanta kini berada di tengah krisis kepelatihan. Performa yang menurun dan tekanan dari publik serta media membuat posisi Juric semakin goyah. Meski memiliki latar belakang yang kuat, riwayat pemecatan yang terus-menerus mengkhawatirkan. Jika Atalanta benar-benar memutuskan untuk memecat Juric, mereka akan mencari pelatih baru yang mampu melanjutkan tradisi kesuksesan yang dibangun Gasperini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan