Bakrie Capital Tambah Kepemilikan Saham Astrindo, Harga Naik 17,8%

Investasi Baru Bakrie Capital Indonesia di BIPI

Bakrie Capital Indonesia resmi menjadi investor baru dalam struktur kepemilikan saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Informasi ini disampaikan melalui keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (25/2/2026). Dalam transaksi tersebut, Bakrie Capital mengakuisisi 6% saham BIPI, yang setara dengan 3.822.619.800 lembar saham atau sekitar 3,82 miliar saham.

Harga transaksi yang ditetapkan untuk pembelian saham ini adalah Rp 248 per saham. Transaksi ini telah selesai dilakukan pada Selasa (24/2/2026) lalu. Menurut pengumuman dari BIPI, jenis transaksi ini merupakan pembelian saham dengan status kepemilikan langsung. Tujuan utama dari transaksi ini adalah sebagai bentuk investasi jangka panjang.

Sebagai dampak dari pengumuman ini, harga saham BIPI mengalami lonjakan signifikan. Hingga akhir perdagangan Rabu (26/2/2026), saham BIPI naik hingga 17,78% ke posisi Rp 318 per saham. Secara tahun berjalan, performa saham BIPI meningkat drastis sebesar 269,77%.

Struktur Pemegang Saham BIPI

Dari data komposisi pemegang saham per akhir Januari 2026, terdapat beberapa pemegang saham utama. Pemegang saham pengendali BIPI adalah PT Indotambang Perkasa dengan kepemilikan saham sebesar 12,35 miliar saham atau 19,39%. Sementara itu, CGS - CIMB Securities memiliki 8,09 miliar saham (12,7%), dan Michael Wong menyumbang 1,5 juta saham (6%). Sisa dari total saham, yaitu sebesar 43,26 miliar saham (67,91%), dimiliki oleh masyarakat umum.

Profil Perusahaan BIPI

Melalui laman resminya, BIPI dikenal sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur sumber daya energi terintegrasi di Indonesia. Perusahaan ini telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2010. Dalam IPO-nya, BIPI melepas 11,5 miliar saham dengan harga penawaran sebesar Rp 140 per unit. Dari aksi korporasi tersebut, BIPI berhasil meraup dana segar senilai Rp 1,61 triliun.

Impak Investasi Bakrie Capital

Kehadiran Bakrie Capital Indonesia sebagai investor baru memberikan dampak positif terhadap citra dan prospek BIPI. Dengan adanya investasi ini, BIPI diharapkan dapat memperkuat posisinya di pasar dan meningkatkan kinerja operasional serta pertumbuhan bisnisnya. Hal ini juga menunjukkan bahwa BIPI masih menarik minat dari kalangan investor besar, termasuk perusahaan holding investasi ternama seperti Bakrie Capital.

Investasi ini juga menjadi indikasi bahwa sektor infrastruktur energi di Indonesia tetap menjanjikan dan menarik bagi para pelaku pasar. Dengan dukungan modal dari investor baru, BIPI dapat mempercepat ekspansi dan inovasi dalam menjalankan bisnisnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan