Bangka Selatan Berkomitmen Bangkitkan Kembali Kejayaan Lada dengan Hilirisasi

Bangka Selatan Berkomitmen Bangkitkan Kembali Kejayaan Lada dengan Hilirisasi

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan Berkomitmen untuk Hilirisasi Lada Putih di Daerah

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan sedang berupaya keras untuk memastikan bahwa hilirisasi lada putih tidak hanya terpusat di luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebaliknya, pihaknya ingin mengembangkan industri pengolahan lada di daerah asal komoditas tersebut. Hal ini dinilai penting agar nilai tambah ekonomi dapat tetap berada di wilayah penghasil.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan lada melalui strategi hilirisasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pendekatan ini telah disampaikan setelah mengikuti diskusi bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan jajaran pemerintah provinsi beberapa waktu lalu. Terutama yang membahas arah pembangunan sektor unggulan daerah, khususnya komoditas lada.

"Alhamdulillah, kemarin kami berkesempatan berdiskusi langsung dengan Pak Gubernur dan seluruh jajaran. Salah satu harapan besar kami, mewakili Pak Bupati, adalah terkait hilirisasi lada," ujar Hefi Nuranda, Senin (19/1).

Hefi Nuranda juga mengakui bahwa pihaknya pernah mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dengan Kementerian Pertanian di Direktorat Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam forum tersebut disampaikan bahwa rencana hilirisasi lada akan dibangun di Provinsi Lampung. Sementara itu, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terkenal dengan komoditas lada putih alias Muntok White Paper yang memiliki reputasi internasional justru terabaikan.

Hilirisasi lada menjadi isu strategis yang perlu segera ditindaklanjuti agar daerah penghasil tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari industri pengolahan. Menurutnya, tanpa industri pengolahan di daerah sendiri, petani hanya menikmati nilai jual bahan mentah. Sedangkan keuntungan terbesar dari proses pengolahan justru dinikmati daerah lain.

Hal ini dinilai tidak sejalan dengan semangat pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Hefi Nuranda mencontohkan pengalaman sektor timah di Bangka Belitung yang hingga kini sebagian besar proses hilirisasinya berada di luar daerah. Ia menilai, kondisi tersebut tidak boleh terulang pada komoditas lada putih.

Pentingnya Hilirisasi di Daerah Penghasil

Hilirisasi di daerah penghasil diyakini mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, memperkuat daya saing produk, dan menjaga identitas daerah sebagai pusat komoditas unggulan nasional.

"Kami agak kaget juga melihat hilirisasi lada itu rencana pembangunannya ada di Lampung. Padahal kita tahu, salah satu produk unggulan nasional, lada putih Muntok, berasal dari Bangka Belitung," jelas Hefi Nuranda.

Ia mengakui bahwa Kabupaten Bangka Selatan memiliki basis pengembangan lada yang cukup kuat. Salah satunya melalui kawasan lada Techno Park yang berlokasi di Kecamatan Airgegas. Kawasan ini sebelumnya telah dikembangkan sebagai pusat pembibitan, penelitian, dan pengembangan lada.

Ia juga mengingatkan bahwa pada rentang tahun 1980 hingga 1990-an, lada menjadi komoditas primadona yang membawa kesejahteraan besar bagi masyarakat Bangka Selatan. Kejayaan tersebut, menurutnya, menjadi semangat bagi pemerintah daerah untuk kembali menghidupkan sektor lada sebagai penopang ekonomi masyarakat.

Program Strategis Hilirisasi Lada Putih

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tengah fokus mendorong program strategis hilirisasi lada putih yang mendapat pendampingan langsung dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lada putih sebagai warisan komoditas unggulan daerah.

Kementerian Pertanian telah memberikan arahan agar pemerintah daerah serius menjaga kelestarian tanaman lada putih yang kini mulai mengalami penurunan di sejumlah wilayah. Pendampingan yang diberikan meliputi penyediaan bibit unggul, dukungan pupuk, peningkatan kapasitas petani, hingga penerapan teknologi pascapanen untuk memperkuat rantai nilai lada dari hulu ke hilir.

"Alhamdulillah, dari Kementan sudah lengkap, mulai dari pembibitan, pupuk, hingga pendampingan teknis. Ini menjadi modal penting bagi kita untuk bangkit kembali," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar dapat menjembatani dukungan dari pemerintah pusat. Khususnya dalam penetapan lokasi pembangunan industri hilirisasi lada.

"Harapan kita melalui Pak Gubernur untuk hilirisasi lada ada tidak hanya di Lampung tetap juga dibangun di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," pungkas Hefi Nuranda.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan