Bareskrim Polri Tangkap 3 Pengedar Vape Berisi Etomidate di Klub Malam, Apa Itu Etomidate?

Bareskrim Polri Tangkap 3 Pengedar Vape Berisi Etomidate di Klub Malam, Apa Itu Etomidate?

Penangkapan Tiga Pengedar Vape Berisi Zat Anestesi di Jakarta

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap tiga orang pelaku pengedar vape yang berisi zat etomidate, yaitu DP, WL alias Wilmarks, dan W. Zat tersebut adalah bahan kimia yang digunakan sebagai obat bius atau anestesi dalam prosedur medis. Namun, kini zat ini disalahgunakan dengan dimasukkan ke dalam cairan rokok elektronik (vape) yang diedarkan di klub malam.

Ketiga tersangka ditangkap atas dugaan peredaran vape yang mengandung etomidate. Penangkapan pertama dilakukan terhadap DP di rumahnya di kawasan Cipondoh, Tangerang. Dari pemeriksaan, DP mengakui bahwa ia membeli catridge vape etomidate dari WL alias Wilmarks, yang dikenalnya melalui tamu klub malam. DP mengatakan bahwa ia membeli sebanyak lima kali dari WL, dengan rincian satu kali pembelian 100 catridge seharga Rp 2 juta. Pembayaran dilakukan melalui transfer, sementara penyerahan barang dilakukan oleh kurir di sekitar ruko klub malam tersebut.

DP juga menjual vape etomidate kepada S, seorang karyawan klub malam, dengan harga Rp 3,5 juta per transaksi. Selain itu, DP menitipkan sisa barang ke adiknya, D, yang kemudian diamankan bersama barang bukti sebanyak satu box yang berisi 475 buah catridge. Setelah itu, tim polisi melakukan pengembangan kasus dan menangkap WL alias Wilmarks serta W, selaku kurir, di sebuah rumah di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita satu box paket siap kirim berisi 60 catridge cape etomidate dan satu box berisi 26 catridge etomidate lainnya di kamar W. WL diketahui telah mendistribusikan catridge dari Volcom kepada DP, Sky, dan sebagian besar dikembalikan kepada Volcom. Sisanya dijual ecer kepada rekanan WL.

Saat ini, ketiga tersangka dan barang bukti sebanyak 561 catridge dibawa ke Kantor Subdit III Ditipidnarkoba Bareskrim Polri untuk penyelidikan lebih lanjut.

Modus Baru Peredaran Narkoba

Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap modus baru dari jaringan peredaran narkoba, yaitu dengan menyulap zat etomidate menjadi cairan vape ilegal. Etomidate, yang sebenarnya merupakan obat bius, kini sedang tren digunakan dalam bentuk vape. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyebutkan bahwa etomidate belum termasuk dalam kategori narkotika atau psikotropika, tetapi masih diatur dalam Undang-Undang Kesehatan No. 17 tahun 2023.

Meski demikian, Eko memastikan bahwa peredaran etomidate secara ilegal tetap akan ditindak. Hal ini karena etomidate termasuk dalam sediaan farmasi tanpa izin edar resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ia juga menegaskan bahwa penggunaan etomidate secara ilegal dapat ditindak, bahkan jika ada informasi langsung dari masyarakat.

Tentang Etomidate

Etomidate adalah obat anestesi intravena yang digunakan untuk induksi anestesi umum dan sedasi jangka pendek. Bentuknya berupa cairan untuk injeksi dan bekerja dengan meningkatkan aktivitas neurotransmiter GABA di sistem saraf pusat. Efeknya sangat cepat, dengan onset sekitar 30–60 detik dan durasi efek sekitar 5–10 menit.

Kegunaan Utama

  • Induksi anestesi umum sebelum pemberian anestesi pemeliharaan.
  • Sedasi singkat untuk prosedur seperti endoskopi atau kardioversi.
  • Digunakan pada pasien dengan risiko tinggi hemodinamik, karena tidak banyak menekan jantung atau tekanan darah.

Efek Samping dan Risiko

  • Mioklonus (gerakan otot tak terkendali saat induksi).
  • Mual dan muntah pasca-anestesi.
  • Penekanan produksi kortisol sementara.
  • Rasa nyeri atau terbakar di tempat suntikan.

Karena efeknya pada kortisol, etomidate tidak dianjurkan untuk infus jangka panjang, hanya untuk dosis tunggal pada induksi.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan