
BEM SI Kerakyatan, yang merupakan aliansi dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di seluruh Indonesia, rencananya akan menggelar aksi demonstrasi untuk memperingati satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Muhammad Ikram, menegaskan bahwa para anggota aliansi ini akan turun ke jalan. "Saya pastikan teman-teman yang tergabung dalam aliansi BEM SI Kerakyatan akan berangkat dan turun aksi di Jakarta," ujarnya saat dihubungi pada Kamis malam, 16 Oktober 2025.
Ikram menjelaskan bahwa aliansi mahasiswa belum menentukan tanggal pasti aksi mereka. Mereka masih melakukan pembahasan internal. "Konsolidasi BEM SI belum selesai dan masih akan berlanjut," katanya.
Beberapa hari sebelumnya, BEM SI Kerakyatan telah merencanakan untuk menyampaikan sikap mereka dalam evaluasi kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran yang genap satu tahun pada 20 Oktober 2025. Menurut aliansi, masih banyak catatan evaluasi terkait realisasi program-program Kabinet Merah Putih.
Dalam unggahan di Instagram @bemsi.official, konsolidasi nasional aliansi telah digelar pada Rabu, 15 Oktober 2025. Dalam pertemuan tersebut, mereka mengevaluasi sejauh mana Prabowo-Gibran memenuhi janji-janji politiknya. "Apakah pemerintahan ini benar-benar berpihak pada rakyat? Apakah visi besar yang dulu dijanjikan mulai terwujud, atau justru menjauh dari semangat perbaikan?" tanya BEM SI Kerakyatan dalam pernyataan yang diunggah pada Senin, 13 Oktober 2025.
BEM SI Kerakyatan menilai, konsolidasi mendatang bukan hanya sekadar aksi berkumpul, tetapi juga panggilan kepada masyarakat untuk tetap merawat semangat demokrasi, memperkuat partisipasi publik, dan memastikan arah pembangunan Indonesia berpijak pada keadilan sosial.
Sebelumnya, Koordinator Media BEM SI Kerakyatan, Pasha Fazillah Afap, menyampaikan beberapa pertimbangan sebelum memutuskan menggelar aksi. Salah satu pertimbangan utama adalah gelombang demonstrasi yang berbuntut ricuh pada akhir Agustus lalu. "Kami mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia tidak ingin aksi kami ditunggangi pihak tertentu," ujarnya saat dihubungi pada Senin, 13 Oktober 2025. "Kemudian menimbulkan stigma bahwa gerakan mahasiswa jadi kendaraan untuk tindakan destruktif," tambah dia.
Menurut Pasha, aliansi mahasiswa ingin Indonesia menjadi lebih baik dengan adanya kritik yang konstruktif dan substantif. Mahasiswa tak ingin demonstrasi menjadi sekadar euforia panggung jalanan yang malah merugikan masyarakat. Pasha menegaskan bahwa aspirasi mahasiswa haruslah berpihak pada kepentingan rakyat. "(Kami akan) memberikan daya tekan pada pemerintah yang mencerminkan kaum intelektual sejati," katanya.
Alasan BEM UGM Keluar dari BEM SI: Berselingkuh dengan Penguasa
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar