Bersama Warga dan Relawan, PT IMIP Rehabilitasi Terumbu Karang Sombori Morowali

Bersama Warga dan Relawan, PT IMIP Rehabilitasi Terumbu Karang Sombori Morowali

Bersama Warga dan Relawan, PT IMIP Rehabilitasi Terumbu Karang Sombori Morowali

Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Sombori

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kini tengah gencar melakukan rehabilitasi terumbu karang di Pulau Sombori, Desa Mbokita, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Kerja sama ini dilakukan bersama kelompok Konservasi Coral Triangle Center (CTC) untuk memetakan area terumbu karang yang memiliki potensi besar serta melindungi titik pengembangan potensial di Sombori.

Proteksi terumbu karang mencakup beberapa aspek seperti lingkar konservasi, perikanan tangkap, dan ekowisata. Penanggung Jawab Kegiatan Rehabilitasi Terumbu Karang dari Departemen CSR PT IMIP, Adrian Sakti, menjelaskan bahwa setelah dilakukan proteksi, pihaknya juga memberdayakan 10 kader masyarakat Pulau Sombori dengan pelatihan tata konservasi. Selain itu, sebanyak 15 warga dari komunitas tersebut juga dilibatkan sebagai pemandu wisata.

Mereka diberikan pengetahuan mengenai pengelolaan ekowisata agar nantinya bisa mandiri dan menjadi bagian dari peningkatan ekonomi masyarakat pesisir Sombori, Desa Mbokita. Dengan adanya pemandu wisata, para pengunjung dapat mengetahui spot-spot yang layak dikunjungi dan mendapatkan pendampingan selama berada di pulau tersebut.

Setelah proses edukasi dan pelatihan kepada komunitas lokal serta kader konservasi, dilakukan transplantasi terumbu karang. Monitoring rutin dilakukan setiap pekan oleh kader konservasi Desa Mbokita dan sebulan sekali oleh Tim IMIP. Penanaman terumbu karang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Mbokita bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Sombori. Diharapkan, kader konservasi dapat lebih mandiri sehingga mampu menunjang perekonomian masyarakat setempat.

Kolaborasi dalam Menjaga Keberlanjutan Ekosistem

Upaya yang dilakukan PT IMIP bersama CTC menjadi aksi nyata dalam mendukung keberadaan wilayah konservasi Pulau Sombori yang telah ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI beberapa tahun lalu. Selain itu, upaya ini juga bertujuan meningkatkan biodiversitas bawah laut dan meningkatkan potensi penyerapan karbon dari ekosistem blue carbon.

Perbaikan lingkungan menjadi fokus utama kami. Alasan paling mendasar adalah melestarikan alam. Kami berharap, alam yang begitu indah ini jangan sampai dirusak hanya karena faktor ekonomi semata," ujar Adrian Sakti.

Kegiatan tersebut mencakup pengamatan kondisi terumbu, pencatatan keanekaragaman hayati, serta identifikasi potensi ancaman seperti pemutihan karang, pencemaran, dan praktik perikanan yang tidak ramah lingkungan. Sebelumnya, PT IMIP telah memberikan bantuan perahu sebagai sarana patroli konservasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam kondisi tertentu. Sarana transportasi laut tersebut juga menjadi perpustakakaan terapung dan pemberdayaan UMKM di wilayah Desa Mbokita.

Sinergi yang Menguntungkan Masa Depan

Marine Conservation Advisor CTC, Marthen Welly, mengakui bahwa sinergi antara PT IMIP dengan pihaknya mencerminkan semangat kebersamaan dalam memperbaiki ekosistem alam di zona konservasi Pulau Sombori. Langkah yang dilakukan saat ini dan masa mendatang diyakini akan berdampak positif terhadap keanekaragaman hayati di destinasi tersebut.

"Jika ekosistem laut sudah membaik, pastinya akan menarik wisatawan mancanegara maupun lokal. Kita juga berharap apa yang dilakukan hari ini bisa memberikan manfaat lebih ke depan," kata Marthen.

Diketahui, PT IMIP adalah perusahaan yang mengelola sebuah Kawasan Industri besar yang berfokus pada industri pengolahan nikel (berbasis nikel) di Kabupaten Morowali. Kawasan industri itu merupakan hasil kerja sama antara Bintang Delapan Group (Indonesia) dengan Tsingshan Steel Group (Tiongkok). Di kawasan ini, bijih nikel diolah menjadi produk bernilai tambah seperti nickel pig iron (NPI), stainless steel, hingga bahan baku baterai.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan