BI Aceh ajak masyarakat belanja bijak cegah inflasi


aiotrade.CO.ID, BANDA ACEH,
– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh mengajak masyarakat untuk menjalankan kebijakan belanja yang bijak meskipun sedang menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengendalikan inflasi di wilayah tersebut.

"Terkait konsep belanja bijak, ini akan terus kami sampaikan kepada masyarakat agar inflasi bisa terkendali," ujar Agus Chusaini, Kepala KPwBI Aceh, dalam acara Bincang Bareng Media di Banda Aceh, Kamis.

Agus menjelaskan bahwa Aceh mengalami inflasi sebesar 6,69 persen pada Januari 2026 dibandingkan Januari 2025. Peningkatan inflasi ini disebabkan oleh bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025, yang menyebabkan gangguan distribusi dan produksi barang, khususnya di sektor pangan.

"Pengendalian inflasi tidak hanya dari sisi kebijakan, tetapi harus ada upaya bersama, termasuk perilaku konsumsi masyarakat yang lebih bijak," tambahnya.

Langkah Bijak untuk Kendalikan Inflasi

Agus merinci empat langkah utama dalam gerakan belanja bijak:

  • Bijak membeli: Membeli sesuai kebutuhan untuk menghindari panic buying.
  • Bijak memilih: Mengutamakan pangan lokal yang lebih awet dan stabil harganya.
  • Bijak dalam konsumsi: Menghindari pemborosan pangan.
  • Bijak bertransaksi: Menggunakan pembayaran non tunai melalui QRIS.

Menjelang Idul Fitri, di mana banyak masyarakat menerima THR, Agus berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam berbelanja agar inflasi tetap terkendali.

"Jangan sampai karena mendapat THR belanja menjadi berlebihan. Harapannya, dengan belanja bijak ini dapat menahan lonjakan permintaan, sehingga inflasi bisa lebih terkendali," tegasnya.

Pemulihan Ekonomi Aceh

Agus juga menjelaskan bahwa kondisi ekonomi Aceh masih dalam tahap pemulihan pasca-bencana. Meski dampaknya masih terasa terutama di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, ia optimis ekonomi mulai membaik dengan adanya tanda-tanda pemulihan sejak Januari 2026.

"Kini mulai ada tanda-tanda kenaikan. Walaupun belum kembali seperti sebelum bencana, tren positif sudah terlihat," ujarnya, seraya berharap kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berlangsung lebih cepat.

"Jika masyarakat kembali bekerja, Insya Allah pertumbuhan ekonomi semakin baik," tutup Agus Chusaini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan