
SURVEI terkini Bank Indonesia (BI) memaparkan tren alokasi pendapatan masyarakat untuk konsumsi, cicilan dan tabungan pada periode Desember 2025. Porsi pendapatan masyarakat yang ditabung meningkat, namun alokasi pendapatan untuk konsumsi dan cicilan atau utang menurun.
Sepanjang Desember 2025 porsi pendapatan masyarakat yang dialokasikan ke dalam tabungan (saving to income ratio) tercatat 14,9 persen, tumbuh dari angka 14,4 persen pada bulan sebelumnya. “Proporsi pendapatan konsumen yang disimpan tercatat sedikit meningkat dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya,” demikian dikutip dari survei konsumen BI yang dipublikasi Jumat, 9 Januari 2026.
Sementara itu, rata-rata pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi atau average propensity to consume ratio tercatat sebesar 74,3 persen. Persentase uang yang dibelanjakan tersebut sedikit turun dari sebelumnya 74,6 persen.
Penurunan juga terlihat pada kondisi finansial masyarakat terkait kewajiban utang. Porsi pendapatan yang digunakan untuk membayar cicilan atau utang (debt to income ratio) terpantau menyusut ke angka 10,8 persen pada Desember 2025. Persentase ini lebih rendah dibandingkan dengan rasio bulan sebelumnya yang berada di level 11 persen.
Penurunan porsi konsumsi terhadap pendapatan terjadi pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Penurunan angka konsumsi tertinggi dialami masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp 4,1-5 juta.
Sementara itu, porsi pendapatan yang ditabung mengalami peningkatan pada seluruh kelompok pengeluaran. Terutama golongan masyarakat dengan pengeluaran Rp 3,1-4 juta dan Rp 4,1- 5 juta.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar