
Pembekalan Manajemen Media untuk Calon Anggota Polri di Sulawesi Tengah
Di tengah perubahan lanskap komunikasi publik yang semakin digital, Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Sulawesi Tengah mengambil langkah strategis dengan menanamkan pemahaman mendalam tentang manajemen media kepada para calon anggota Polri. Kegiatan yang digelar di aula Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulteng pada Sabtu pagi itu menjadi momentum penting dalam membangun karakter polisi yang humanis, profesional, dan cerdas digital.
Sebanyak 72 siswa SPN Polda Sulteng mengikuti kegiatan pembekalan ini dengan antusias. Mereka mendapat materi langsung dari Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, Kompol Reky P.H. Moniung, S.H., yang dikenal sebagai sosok komunikatif dan berpengalaman dalam bidang kehumasan Polri. Di hadapan para siswa, Kompol Reky menggarisbawahi pentingnya kemampuan komunikasi publik sebagai bagian tak terpisahkan dari tugas kepolisian modern.
Menurutnya, fungsi Humas Polri bukan hanya sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi jembatan antara institusi dan masyarakat. “Humas Polri memiliki tanggung jawab membina kemitraan, memberikan penerangan masyarakat, serta mengelola data dan dokumentasi dengan transparan dan akurat,” jelas Kompol Reky. Ia menambahkan, dalam era digital, tugas Humas menjadi semakin menantang karena setiap pesan dan tindakan aparat bisa tersebar luas hanya dalam hitungan detik.
Sesi pembekalan tidak berhenti pada paparan teori. Para siswa juga diajak berdiskusi interaktif mengenai cara menghadapi isu publik, membangun narasi positif, hingga mengelola media sosial dengan bijak. Suasana dialog berlangsung hidup; beberapa siswa bahkan berani menyampaikan pandangan kritis tentang peran polisi dalam menjaga kepercayaan publik.
Kegiatan seperti ini, menurut Kompol Reky, sangat penting dilakukan sejak dini. Ia berharap, para siswa mampu menanamkan kesadaran bahwa membangun citra positif Polri bukan hanya tanggung jawab Humas, tetapi tanggung jawab setiap anggota kepolisian. “Setiap ucapan dan tindakan anggota di lapangan adalah wajah Polri di mata masyarakat,” ujarnya dengan tegas.
Lebih jauh, Kompol Reky mengingatkan bahwa media, baik konvensional maupun digital, merupakan ruang publik yang memerlukan kehati-hatian. “Anggota Polri harus paham dinamika media dan tidak gagap digital. Mereka perlu tahu kapan harus berbicara, bagaimana menyampaikan pesan, dan bagaimana menjaga kepercayaan publik lewat komunikasi yang empatik,” tambahnya.
Pembekalan ini juga menjadi cermin transformasi Polri dalam menyesuaikan diri dengan era informasi. Bidhumas Polda Sulteng menilai kemampuan literasi digital sama pentingnya dengan kemampuan taktis di lapangan. Polisi yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga cerdas dalam berkomunikasi, akan lebih mudah diterima dan dicintai masyarakat.
Kepala SPN Polda Sulteng menyambut baik kegiatan ini dan menilai bahwa pembekalan seperti ini sejalan dengan arah kebijakan Polri yang menekankan pentingnya membentuk anggota yang berintegritas dan memiliki kepekaan sosial tinggi. Menurutnya, dunia kepolisian kini menuntut pendekatan humanis yang berpadu dengan kecakapan digital.
Para siswa SPN yang mengikuti kegiatan itu pun mengaku termotivasi. Mereka melihat bahwa menjadi polisi bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan rasa aman dan kepercayaan melalui komunikasi yang efektif. “Kami ingin menjadi polisi yang dekat dengan masyarakat, bukan ditakuti tapi dihormati,” ujar salah satu siswa.
Dengan kegiatan ini, Bidhumas Polda Sulteng menegaskan komitmennya dalam membangun generasi baru anggota Polri yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Polisi masa depan diharapkan bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi komunikator yang andal—menyampaikan pesan kebaikan, menumbuhkan kepercayaan, dan memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat di setiap lapisan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar