Bitcoin dengan katalis rendah berpotensi turun ke US$ 50.000


aiotrade.CO.ID – JAKARTA.

Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan yang cukup signifikan sepanjang bulan Februari 2026. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini mengalami penurunan lebih dari 19% dalam satu bulan, yang menjadikannya kinerja terburuk sejak Juni 2022. Pada perdagangan Jumat (27/2) pagi, harga Bitcoin berada di level US$ 67.126,9 atau turun sebesar 24,53% dalam sebulan terakhir.

Menurut Christopher Tahir, co-founder Cryptowatch, pelemahan tajam Bitcoin disebabkan oleh minimnya katalis positif di pasar, di tengah tekanan yang datang dari berbagai arah. Ia menyampaikan bahwa kondisi pasar saat ini membuat investor cenderung lebih hati-hati dan tidak yakin akan arah pergerakan aset kripto.

“Minimnya katalis serta tekanan dari segala sisi menyebabkan penurunan harga ini,” ujarnya kepada aiotrade, Rabu (25/2/2026).

Meskipun demikian, Christopher melihat peluang pemulihan dalam jangka pendek masih terbuka. Hal ini seiring mulai munculnya akumulasi terbatas dari investor, baik melalui produk exchange traded fund (ETF) maupun aktivitas on-chain.

“Akumulasi dari sisi investor ETF dan on-chain dapat memberikan angin segar untuk pemulihan jangka pendek,” imbuhnya.

Proyeksi Harga Bitcoin pada Semester Pertama 2026

Untuk prospek ke depan, Christopher memproyeksikan pergerakan Bitcoin pada semester pertama tahun 2026 masih akan berada dalam tekanan. Ia memperkirakan harga BTC berpotensi melemah menuju kisaran US$ 50.000 pada paruh pertama tahun ini, sebelum menemukan keseimbangan baru di pasar.

Beberapa faktor yang mungkin memengaruhi harga Bitcoin dalam beberapa bulan mendatang antara lain:

  • Perubahan regulasi yang bisa memengaruhi minat investor dan likuiditas pasar
  • Kondisi ekonomi makro, seperti suku bunga dan inflasi, yang bisa memengaruhi sentimen pasar
  • Aktivitas investor institusional, termasuk pembelian besar-besaran melalui ETF atau dana khusus

Christopher juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap perkembangan teknologi blockchain dan inovasi di sektor kripto. Perkembangan tersebut bisa menjadi katalis positif jika mampu meningkatkan adopsi dan utilitas aset digital.

Kondisi Pasar Kripto Saat Ini

Pasca-penurunan tajam, banyak analis dan investor mulai memantau pergerakan pasar kripto secara lebih hati-hati. Meski ada potensi pemulihan, situasi pasar tetap dinamis dan bisa berubah cepat tergantung pada berbagai faktor eksternal.

Sejumlah investor optimis bahwa Bitcoin akan kembali pulih dalam waktu dekat, terutama jika ada peningkatan dalam volume transaksi dan jumlah pengguna aktif. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa risiko tetap tinggi dan diperlukan strategi investasi yang matang.

Kesimpulan

Dalam konteks yang lebih luas, penurunan harga Bitcoin pada Februari 2026 mencerminkan tantangan yang dihadapi pasar kripto saat ini. Meski ada harapan pemulihan jangka pendek, tren penurunan kemungkinan akan terus berlangsung hingga ada perubahan signifikan dalam kondisi pasar atau munculnya katalis positif baru.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan