Bocah Ajaib Persis Solo Buka Rahasia Perbedaan Latihan Shin Tae-yong, Vanenburg, dan Indra Sjafri

Bocah Ajaib Persis Solo Buka Rahasia Perbedaan Latihan Shin Tae-yong, Vanenburg, dan Indra Sjafri

Zanadin Fariz, Satu-satunya Pemain Persis Solo yang Dipanggil Timnas U-22

Zanadin Fariz menjadi satu-satunya pemain Persis Solo yang dipanggil untuk memperkuat timnas U-22 Indonesia dalam pemusatan latihan November 2025 dan uji coba melawan Mali. Pemain berusia 21 tahun ini akan mengikuti agenda internasional yang menjadi bagian dari persiapan terakhir sebelum SEA Games 2025.

Pemanggilan Zanadin merupakan pengakuan atas kualitasnya sebagai salah satu pemain muda terbaik di Indonesia. Ia telah membela timnas sejak level U-19 dan memiliki pengalaman bermain di bawah tiga pelatih berbeda, yaitu Shin Tae-yong, Gerald Vanenburg, dan Indra Sjafri. Pengalaman ini membuatnya terbiasa dengan tekanan dan adaptasi terhadap gaya permainan yang berbeda.

Penampilan Terkini di Persis Solo

Pada pertandingan pekan ke-12 Super League 2025/26 melawan PSIM Jogja, Zanadin bermain penuh selama 90 menit dan memberikan assist untuk gol pertama Laskar Sambernyawa yang dicetak oleh Kodai Tanaka. Meski Persis Solo sempat tertinggal 0-2 di babak pertama, mereka berhasil bangkit dan meraih hasil imbang 2-2.

Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Zanadin untuk menunjukkan kualitasnya sebelum kembali bergabung dengan timnas. Meskipun tim sedang dalam situasi ketidakpastian akibat pemecatan pelatih kepala Peter de Roo, Zanadin dan rekan-rekannya tetap menunjukkan semangat juang tinggi.

Respons Zanadin atas Panggilan Timnas

Usai pertandingan, Zanadin mengungkapkan rasa senang dan bangga atas panggilan tersebut. Ia menyadari bahwa persaingan di lini tengah timnas U-22 sangat ketat, dengan banyak nama besar seperti Rivaldo Pakpahan (Borneo FC), Arkhan Fikri (Arema FC), Toni Firmansyah (Persebaya), dan pemain naturalisasi Ivar Jenner (FC Utrecht) yang juga dipanggil.

“Semua pesaing pasti berat, apalagi banyak pemain muda yang bermain reguler di klub mereka masing-masing. Tapi persaingan itu justru membuat saya semakin semangat untuk tampil maksimal,” ujar Zanadin.

Ia juga menyampaikan bahwa setiap pelatih memiliki filosofi dan taktik yang berbeda. “Yang pasti, di antara Shin Tae-yong, Gerald Vanenburg, dan sekarang Indra Sjafri, mereka punya taktik masing-masing dan itu wajar. Sebagai pemain, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan cara bermain yang berbeda,” tambahnya.

Target dan Harapan di SEA Games 2025

Zanadin Fariz menegaskan motivasinya untuk memberikan kontribusi maksimal di timnas U-22, khususnya dalam persiapan SEA Games 2025. Ia berharap bisa meraih medali emas, sekaligus mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu talenta terbaik Persis Solo dan Indonesia.

“Semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuk timnas, dan tentu harapannya bisa meraih medali emas di SEA Games nanti,” pungkas Zanadin.

Dengan pengalaman internasional, kualitas teknik yang mumpuni, dan semangat kompetitif yang tinggi, Zanadin Fariz menjadi salah satu aset berharga bagi timnas U-22 Indonesia. Ia akan berjuang keras untuk menunjukkan kemampuannya dan membantu Garuda Muda meraih prestasi terbaik di ajang SEA Games 2025.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan