BTN tingkatkan pasar rumah subsidi, targetkan guru Muhammadiyah

Perluasan Akses Rumah Bersubsidi untuk Guru Muhammadiyah


PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) atau BTN berencana memperluas akses rumah bersubsidi, khususnya bagi guru-guru Muhammadiyah. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa KPR Subsidi masih menjadi portofolio utama di BTN dan terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Untuk meningkatkan efektivitas penyaluran KPR Subsidi, BTN akan melakukan kerja sama dengan berbagai institusi, perusahaan, dan lembaga untuk menyediakan layanan perbankan komprehensif, termasuk KPR Subsidi bagi para karyawan atau pekerja calon mitra potensial. Nixon mengungkapkan bahwa mulai 2026, pihaknya akan mencari debitur yang potensial dari institusi-institusi yang ada di berbagai sektor. Contohnya, BTN telah mendapatkan komitmen bahwa kebutuhan KPR subsidi untuk guru-guru Muhammadiyah akan dilayani oleh BTN.

“Pasti banyak potensi serupa dengan berbagai institusi lainnya. Dengan upaya ini, BTN dapat merekomendasikan debitur KPR subsidi potensial kepada developer sehingga dapat semakin mengakselerasi penyaluran KPR Subsidi,” ujar Nixon dalam keterangan resminya.

Penyaluran KPR FLPP yang Mengalami Peningkatan

Selama tahun 2025, BTN berhasil menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sebanyak 182.952 unit. Pencapaian ini menjadi yang tertinggi di antara para mitra bank penyalur lainnya secara nasional.

Berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), total penyaluran KPR FLPP secara nasional per Jumat (19/12/2025) mencapai 263.017 unit senilai Rp32,67 triliun dari 39 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang perumahan, dan didukung oleh 7.998 pengembang.

Rumah-rumah subsidi yang disalurkan FLPP tersebut terletak di 12.981 perumahan yang tersebar di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Di antara seluruh bank penyalur, BTN mendominasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP dengan porsi sekitar 70%.

Apresiasi dari Presiden dan Menteri

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak atas pencapaian yang diraih dalam memacu KPR FLPP sehingga mendukung program perumahan pemerintah. Ia menyatakan rasa terima kasih kepada semua pihak yang hari ini bersatu sehingga bisa memberikan kualitas hidup kepada rakyat.

“Mereka harus punya rumah yang layak. Ini sangat membanggakan, tapi masih jauh dari yang harus kita capai,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya pada acara Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera & Serah Terima Kunci Rumah Tahun 2025 Bersama Presiden RI di Perumahan Pondok Banten Indah di Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa masih ada 29 juta rakyat yang belum memiliki rumah. Oleh karena itu, seluruh stakeholders, baik pemerintah maupun para pelaku ekosistem perumahan nasional, harus bekerja keras dan bekerja sama dengan kompak demi kesejahteraan rakyat.

Keberhasilan Program KPR Subsidi

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turut mengapresiasi BTN sebagai bank yang penyaluran KPR FLPP-nya paling banyak. Ia menyoroti keberhasilan program ini dalam membantu rakyat memiliki rumah dengan biaya terjangkau, seperti adanya asisten rumah tangga (ART) yang mampu membeli rumah dari gajinya sendiri.

“Hari ini terjadi ART memiliki rumah dari gajinya sendiri dan atas namanya sendiri. Terima kasih untuk kerja kerasnya, untuk bank Himbara terima kasih atas dukungannya,” ujar Menteri PKP.

Acara Akad Massal KPR Subsidi

Acara akad massal KPR subsidi hari ini dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, para pemimpin daerah, direksi bank-bank penyalur dan BP Tapera, serta berbagai asosiasi developer. Dari 50.030 unit, sebanyak 300 akad dilakukan di lokasi acara yakni Perumahan Pondok Banten Indah di Serang. Sisanya 49.730 akad lainnya berlangsung secara online diikuti oleh 39 bank penyalur yang tersebar di 33 provinsi di 110 titik di kabupaten dan kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Perumahan Pondok Banten Indah

Perumahan Pondok Banten Indah (PBI) dipilih sebagai lokasi akad massal 50.030 unit rumah subsidi karena developer yang mengembangkan perumahan ini, PT Kawah Anugerah Property, menawarkan konsep yang berbeda dengan perumahan subsidi pada umumnya. PT Kawah Anugerah Property menggunakan konsep klaster dan desain gaya Eropa, serta dilengkapi dinding ganda untuk privasi yang lebih baik. Selain itu, PBI memiliki lokasi strategis, berada di pinggir jalan nasional dan dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, dan pusat kota.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan