Bupati Agas Janjikan Hadiah untuk Puskesmas Nol Kematian Ibu dan Anak

Bupati Agas Janjikan Hadiah untuk Puskesmas Nol Kematian Ibu dan Anak

Bupati Agas Janjikan Hadiah untuk Puskesmas Nol Kematian Ibu dan Anak

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur Berkomitmen Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

\n

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menunjukkan komitmen serius dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Bupati Agas Andreas menyatakan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah tersebut.

\n

“Penurunan AKI dan AKB tidak bisa dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi memerlukan kolaborasi dari semua pihak,” ujar Bupati Agas Andreas saat membuka kegiatan Diseminasi Hasil Pengkajian Kasus Kematian Ibu dan Anak Tahun 2025 di Café Anera, Borong, Jumat (7/11/2025).

\n

Agas menekankan bahwa masalah kematian ibu dan anak bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

\n

“Kita tidak hanya menyimak angka-angka, tapi mencari penyebab dan solusinya. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

\n

Bupati Agas bahkan berencana memberikan reward bagi puskesmas yang berhasil menekan angka kematian ibu dan anak hingga nol.

\n

“Saya akan cek AKI dan AKB di semua puskesmas. Yang tertinggi akan dievaluasi, yang nol akan diberi hadiah. Saya akan cari dananya sendiri,” ucap Agas disambut tepuk tangan peserta.

\n

Data Jadi Dasar Kebijakan, Bukan Formalitas

\n

Bupati Agas menegaskan bahwa peluncuran data hasil pengkajian bukan sekadar seremonial. Data, kata dia, harus menjadi dasar kebijakan untuk mencari solusi.

\n

“Hari ini kita launching data, tapi bukan hanya data. Kita cari masalahnya dan rumuskan solusi bersama,” ujarnya.

\n

Ia menekankan pentingnya kerja kolaboratif lintas sektor.

\n

“Kita bukan Superman. Kita kerja tim agar kolaborasi ini bisa menekan angka kematian ibu dan anak,” lanjutnya.

\n

Agas juga membeberkan penyebab utama kematian ibu dan bayi di Manggarai Timur.

\n

“Penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan dan hipertensi. Sedangkan bayi, kebanyakan karena berat badan lahir rendah,” jelasnya.

\n

“Kita berjuang supaya nol kematian. Setiap kasus harus diidentifikasi satu per satu,” tambahnya.

\n

Dinas Kesehatan Fokus Tekan AKI dan AKB

\n

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, Ani Agas, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Verifikasi dan Analisis Data MPDN serta Audit Kasus Kematian Maternal dan Perinatal Tahun 2025.

\n

“Kami melaksanakan kegiatan ini untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Manggarai Timur,” kata Ani.

\n

Ia menyebut kegiatan ini menghadirkan Dokter Yoan dan Dokter Vini sebagai narasumber, serta diikuti 50 peserta lintas sektor dan organisasi profesi.

\n

“Kami membiayai kegiatan ini melalui DAK Non Fisik Dinas Kesehatan sebesar Rp63,6 juta,” ungkapnya.

\n

Ani menjelaskan kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi penyebab kematian, menetapkan rekomendasi intervensi, serta memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan dan puskesmas.

\n

“Kami juga membantu percepatan penurunan stunting di Kabupaten Manggarai Timur,” jelasnya.

\n

Upaya Kolaboratif untuk Mencapai Nol Kematian

\n

Dalam upaya mencapai nol kematian ibu dan bayi, pemerintah daerah terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan kolaboratif, harapan besar terpasang bahwa angka kematian dapat diminimalisir secara signifikan.

\n

Beberapa langkah strategis yang diambil termasuk verifikasi data, analisis penyebab kematian, dan penerapan intervensi yang tepat sasaran. Selain itu, program pencegahan stunting juga menjadi prioritas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

\n

Komitmen pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat serta instansi terkait menjadi kunci sukses dalam menjalankan strategi ini. Dengan semangat bersama dan kerja keras, Manggarai Timur berharap bisa menjadi contoh daerah yang sukses dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.

\n


\n

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan