
Tim Nasional Walking Football Persejasi Papua Tengah Berangkat ke Piala Dunia Asia Pasifik 2025
Tim nasional Walking Football Persejasi Papua Tengah akan mewakili Indonesia dalam ajang Piala Dunia Asia Pasifik 2025 yang akan berlangsung pada 13 hingga 16 November di Bali. Keberangkatan tim ini dilakukan dalam acara resmi yang digelar di Gedung GOR Biliar, Senin (10/11/2025). Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, serta Ketua Persejasi Kabupaten Mimika Arlius Suebu dan jajaran pengurus organisasi.
Ketua KORMI Mimika Habel Taime menyatakan bahwa partisipasi tim ini menunjukkan adanya talenta dan komitmen tinggi dari Papua Tengah dalam mengembangkan olahraga inklusif. Ia menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam ajang internasional ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan semangat olahraga Walking Football dari daerah tersebut ke tingkat regional.
Bupati Mimika Johannes Rettob dalam keterangan persnya menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, peserta, serta seluruh pihak yang turut mensukseskan kegiatan ini. Ia berharap tim dapat mempersiapkan diri dengan baik dan menjaga nama baik daerah selama berada di luar negeri. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjunjung nilai budaya dan sumber daya manusia Papua dalam ajang ini.
Pelatih Persejasi Kabupaten Mimika Swingly Puraro menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembinaan mental dan fisik bagi atlet senior. Ia menilai bahwa ajang ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk bertanding, tetapi juga memperkuat persatuan antara wilayah dan negara peserta.
Tujuan dan Harapan Tim Nasional Walking Football Persejasi Papua Tengah
Partisipasi tim nasional Walking Football Persejasi Papua Tengah dalam Piala Dunia Asia Pasifik 2025 memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, sebagai wadah untuk menunjukkan kemampuan dan bakat atlet dari Papua Tengah dalam bidang olahraga. Kedua, sebagai bentuk promosi budaya dan potensi sumber daya manusia daerah di kancah internasional. Ketiga, untuk membangun semangat juang dan komitmen terhadap pengembangan olahraga inklusif.
Dalam perjalanan menuju ajang internasional, tim telah melakukan persiapan yang cukup matang. Pelatihan fisik dan mental dilakukan secara intensif agar dapat bersaing dengan tim-tim lain dari berbagai negara. Selain itu, para atlet juga diberikan pemahaman tentang etika olahraga dan cara menjaga nama baik bangsa saat bertanding.
Harapan besar ditempatkan pada tim ini, yaitu mampu membawa hasil yang membanggakan dan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Dengan partisipasi dalam ajang internasional, diharapkan bisa meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga Walking Football dan memberikan motivasi bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam olahraga inklusif.
Potensi dan Komitmen Papua Tengah dalam Olahraga Inklusif
Papua Tengah telah menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan olahraga inklusif seperti Walking Football. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak program dan kegiatan dilakukan untuk memperluas akses dan partisipasi masyarakat dalam olahraga. Hal ini tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga.
Ketua KORMI Mimika Habel Taime menegaskan bahwa olahraga seperti Walking Football sangat cocok untuk semua kalangan, termasuk usia lanjut dan masyarakat dengan kondisi fisik yang berbeda. Dengan olahraga ini, setiap orang bisa berpartisipasi tanpa harus merasa tertinggal atau tidak mampu.
Selain itu, olahraga ini juga menjadi media untuk menyebarkan pesan-pesan positif tentang toleransi, kerja sama, dan kebersamaan. Dengan partisipasi di ajang internasional, Papua Tengah berharap bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempromosikan olahraga inklusif dan memperkuat identitas budaya lokal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar