Apa Itu Hamil Anggur? Ketahui Faktanya!
Hamil anggur, atau dikenal juga dengan molar pregnancy, adalah kondisi langka yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi berkembang secara tidak normal. Jaringan yang terbentuk di dalam rahim berupa kista-kista kecil yang menyerupai buah anggur, bukan janin yang sehat. Meski terdengar menakutkan, penting untuk memahami penyebab dan faktor risiko agar dapat lebih waspada.

Hamil anggur bisa menunjukkan tanda-tanda kehamilan seperti hasil tes positif atau mual-muntah. Namun, pada kondisi ini, janin tidak terbentuk atau tidak hidup karena kromosomnya bermasalah. Hal ini disebutkan oleh berbagai sumber medis, termasuk Mayo Clinic.
Berbagai Penyebab Hamil Anggur
- Faktor Genetik
Salah satu penyebab utama hamil anggur adalah kesalahan pada proses pembuahan di mana sel telur dan sperma bergabung secara tidak normal. Menurut Mayo Clinic, molar pregnancy bisa terjadi karena duplikasi kromosom papa atau sel telur tanpa kromosom dari mama.

Pada kehamilan tipe lengkap (complete mole), telur kosong dibuahi oleh satu atau dua sperma dan seluruh materi kromosom berasal dari papa. Sementara itu, pada tipe sebagian (partial mole), sel telur biasanya dibuahi oleh dua sperma sehingga kromosom menjadi jumlah abnormal seperti 69.
Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa ada kombinasi faktor genetik dan epigenetik yang memicu kehamilan anggur. Contohnya mutasi pada gen seperti NLRP7 dan KHDC3L pada perempuan bisa menyebabkan bentuk famili dari molar pregnancy.
Jurnal berjudul "Decoding the Genetics of Recurrent Molar Pregnancy" yang terbit pada tahun 2024 menyebut kalau perempuan dengan mutasi pada NLRP7 atau KHDC3L punya risiko tinggi untuk mengalami hamil anggur berulang.
Artinya, memang hamil anggur bisa terjadi karena ada faktor genetik tetapi mayoritas molar pregnancy tidak dihasilkan oleh mutasi genetik yang dapat dilacak di keluarga. Banyak kasus muncul secara acak karena kesalahan pada fertilisasi atau kromosom.
Namun, bagi perempuan yang pernah mengalami molar pregnancy dan/atau memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa, konsultasi genetika bisa menjadi opsi untuk memahami risiko dan rencana kehamilan berikutnya.
- Usia Ibu Hamil
Hamil usia 35 tahun lebih berisiko mengalami hamil anggur. Beberapa kondisi diketahui meningkatkan risiko hamil anggur, meski tidak menjamin akan terjadi. Misalnya kehamilan dengan usia di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi.

Bagi perempuan di atas usia 35 tahun bisa terjadi karena usia yang bertambah dapat memengaruhi jumlah sel telur yang dimiliki. Selain itu, ada kecenderungan sel telur memiliki masalah kromosom yang menyebabkan kelainan genetik seperti yang sudah disinggung sebelumnya.
- Riwayat Keguguran Berulang
Perlu waspada bagi ibu hamil yang keguguran berulang. Sebuah studi menunjukkan bahwa perempuan dengan riwayat keguguran berulang memiliki risiko 2 hingga 3 kali lebih besar mengalami molar pregnancy dibanding perempuan tanpa riwayat keguguran.

Hal ini sesuai jurnal berjudul "Recurrent Hydatiform Mole, Clinical Features and Reproductive Outcome" yang terbit tahun 2024 lalu. Namun, menurut data dari Miscarriage Association dari Inggris, ahli ginekologi menggarisbawahi bahwa mayoritas keguguran dan molar pregnancy terjadi secara acak (sporadis) dan tidak selalu menunjukkan pola yang jelas.
Jadi, ya riwayat keguguran bisa menjadi salah satu faktor risiko, tapi bukan penyebab tunggal.
- Kekurangan Asam Folat dan Vitamin A
Ada penelitian dari PubMed yang menunjukkan bahwa perempuan dengan kadar folat yang rendah mempunyai kemungkinan lebih tinggi mengalami molar pregnancy dibanding yang kadar folatnya baik. Misalnya, studi menemukan bahwa rendahnya folat (bersama vitamin B12) “may play a protective role” dalam mencegah molar pregnancy.

Jurnal tersebut diterbitkan tahun 2008 lalu, berjudul "Plasma homocysteine, vitamin B12 and folate levels in hydatidiform moles and histopathological subtypes". Selain itu, sebuah artikel pada situs yang sama juga menyoroti bahwa kekurangan folat, vitamin A atau karoten dapat meningkatkan resiko hamil anggur.
Dengan kata lain, kekurangan nutrisi seperti folat tampaknya bisa menjadi faktor pendukung munculnya molar pregnancy. Namun, ini juga bukan faktor satu-satunya.
Cara Mencegah agar Tidak Hamil Anggur
Walaupun tidak ada cara yang menjamin 100% mencegah hamil anggur, sejumlah langkah bisa membantu meminimalkan risikonya. Berikut beberapa cara mencegah hamil anggur untuk ibu hamil:

Apabila sebelumnya pernah mengalami hamil anggur, dokter biasanya menyarankan untuk menunda kehamilan hingga 6–12 bulan setelah pengobatan agar pemantauan hormon hCG selesai.
Menjaga kondisi kesehatan tubuh sebelum hamil dengan asupan nutrisi cukup (termasuk folat, vitamin A), berat badan ideal, dan paparan sinar matahari serta pemeriksaan rutin bisa membantu.
Tetap konsultasikan dengan dokter kandungan untuk penilaian individual yang dibutuhkan.
Molar pregnancy atau hamil anggur bisa dipicu oleh faktor genetik, gen abnormal, kromosom, dan fertilisasi yang tidak normal. Banyak faktor yang bisa memengaruhinya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar