Cara Sederhana Membedakan Batuk Biasa dan Pneumonia pada Anak


Batuk pada anak sering kali dianggap sebagai hal yang biasa, terutama saat cuaca berubah atau setelah anak pulih dari flu. Namun, tidak semua batuk bisa dianggap remeh. Terkadang, batuk bisa menjadi tanda awal dari penyakit serius seperti pneumonia, yaitu infeksi paru-paru yang bisa sangat berbahaya jika tidak segera ditangani.

Menurut dr. Wahyuni Indrawati, Sp.A(K), seorang ahli kesehatan anak dan vaksinasi, orang tua perlu lebih waspada dan mampu membedakan antara batuk biasa dan batuk yang mengarah ke kondisi serius seperti pneumonia. Dengan demikian, anak akan mendapatkan pertolongan medis yang tepat waktu.

Apa Perbedaan Batuk Biasa dan Pneumonia?


dr. Wahyuni menjelaskan bahwa salah satu cara untuk mengenali apakah batuk yang dialami anak merupakan tanda pneumonia adalah dengan melihat cara bernapasnya.

“Kita harus memperhatikan apakah anak memiliki napas yang cepat. Selain itu, apakah ada usaha bernapas yang berat, yang dikenal sebagai sesak napas. Sesak napas ini ditandai dengan tarikan kuat di dinding dada bagian bawah,” ujarnya dalam acara di Park Hyatt Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/11).

Secara normal, napas anak ketika menarik napas seharusnya ringan dan teratur. Namun, pada anak yang mengalami pneumonia, napas terlihat lebih berat, cepat, dan sering disertai dengan tarikan kuat di dinding dada bagian bawah.

Langkah Penanganan yang Tepat

Jika anak menunjukkan gejala seperti yang dijelaskan di atas, orang tua tidak boleh menunda pemeriksaan ke tenaga medis. Pengobatan pneumonia sudah memiliki panduan klinis yang jelas, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas maupun rumah sakit rujukan, tergantung dari tingkat keparahan penyakitnya.


“Jika anak benar-benar sakit, maka pastinya harus diobati. Bagaimana cara pengobatannya? Sudah ada panduannya. Baik oleh fasilitas kesehatan utama, maupun fasilitas rujukan tergantung dari beratnya pneumonia tersebut,” tambahnya.

Menurut dr. Wahyuni, hal yang paling penting dalam mencegah komplikasi akibat pneumonia adalah kesadaran masyarakat. Jika anak menunjukkan gejala yang mencurigakan, orang tua harus segera membawanya ke fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat waktu.

“Begitu kita tahu ini pasien pneumonia, segera bawa ke fasilitas perlindungan kesehatan agar tidak terlambat,” tutup dr. Wahyuni.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan