
Kesepakatan AMD dengan OpenAI Mencuri Perhatian
CEO Nvidia, Jensen Huang, mengungkapkan kekagumannya terhadap langkah yang diambil oleh Advanced Micro Devices (AMD) dalam menjalin kemitraan dengan OpenAI. Dalam perjanjian ini, AMD menawarkan hingga 10 persen sahamnya kepada OpenAI sebagai bagian dari kerja sama bernilai miliaran dolar AS. Langkah ini dianggap unik dan mengejutkan, terutama karena AMD bersedia melepas sebagian besar kepemilikan sahamnya sebelum produk terbaru mereka diluncurkan.
Huang menyatakan bahwa tindakan AMD merupakan langkah yang cerdas dan strategis. Ia mengatakan, “Itu langkah yang imajinatif, unik, dan mengejutkan, mengingat mereka begitu bersemangat dengan produk generasi berikutnya.” Meskipun terkejut, ia tetap mengakui bahwa keputusan tersebut memiliki alasan yang kuat.
Kesepakatan antara AMD dan OpenAI diumumkan pada Senin (6/10/2025). Dalam kerja sama tersebut, OpenAI berkomitmen untuk membeli chip senilai 6 gigawatt selama beberapa tahun ke depan, termasuk seri terbaru AMD MI450. Selain itu, OpenAI juga mendapatkan hak waran untuk membeli hingga 160 juta saham AMD, dengan pencairan berdasarkan volume penggunaan dan harga saham AMD. Jika seluruh waran dieksekusi, OpenAI akan menguasai sekitar 10 persen kepemilikan saham di AMD.
Setelah pengumuman kerja sama tersebut, saham AMD melonjak 5 persen pada Rabu, dan telah naik sekitar 35 persen sepanjang pekan ini. Saham Nvidia juga meningkat hampir 3 persen usai pernyataan Huang.
Langkah AMD ini dianggap sebagai tantangan terhadap dominasi Nvidia di pasar chip kecerdasan buatan (AI). Sebelumnya, Nvidia juga mengumumkan rencana investasi hingga 100 miliar dollar AS di OpenAI dalam 10 tahun ke depan. Dalam kesepakatan itu, OpenAI akan membangun dan mengoperasikan sistem Nvidia dengan kebutuhan daya hingga 10 gigawatt. Huang menyebut jumlah itu setara dengan 4–5 juta unit GPU.
Menurut Huang, bentuk investasi Nvidia berbeda dengan kerja sama AMD–OpenAI karena memungkinkan Nvidia menjual langsung ke pengembang ChatGPT tersebut. Investasi besar Nvidia ke OpenAI sempat memunculkan kekhawatiran terkait “sifat melingkar” dari kesepakatan infrastruktur AI. Saat ditanya bagaimana OpenAI akan membiayai kesepakatan itu, Huang mengatakan perusahaan tersebut “belum memiliki dananya”.
“Mereka akan mencari pendanaan melalui pendapatan yang tumbuh pesat, atau lewat ekuitas maupun utang,” kata Huang. “Mereka juga memberi kami kesempatan untuk ikut berinvestasi bersama investor lain saat waktunya tiba,” sambung dia.
Huang menambahkan bahwa Nvidia sebelumnya sudah berinvestasi di OpenAI. “Satu-satunya penyesalan saya, kami tidak berinvestasi lebih banyak,” ujarnya.
Selain itu, Huang juga mengonfirmasi keterlibatan Nvidia dalam putaran pendanaan terbaru xAI, perusahaan rintisan kecerdasan buatan milik Elon Musk. Menurut laporan Bloomberg, xAI berupaya menggalang dana sekitar 20 miliar dollar AS, dan Nvidia disebut akan berinvestasi sebesar 2 miliar dollar AS.
“Saya sangat bersemangat dengan peluang pendanaan ini. Hampir semua yang Elon lakukan, Anda ingin menjadi bagian darinya juga,” kata Huang.
Nvidia juga mendukung operator pusat data AI, CoreWeave, yang disebut Huang sebagai salah satu dari sejumlah investasi “hebat” perusahaan. “Mereka adalah perusahaan istimewa dan menjadi bagian dari ekosistem kami yang membangun infrastruktur AI global,” ujar Huang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar