COP30 Dorong Teknologi dan AI Tuntaskan Perubahan Iklim

Peran Teknologi dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Teknologi dianggap sebagai salah satu alat utama dalam memerangi perubahan iklim. Hal ini disampaikan oleh CEO COP30, Ana Toni, saat menghadiri peringatan Hari Sains dan Teknologi yang berlangsung dalam rangkaian acara COP30 di Belém, Brasil. Ia menekankan bahwa diskusi tentang teknologi sangat penting dalam konferensi yang fokus pada penerapan dan percepatan aksi iklim.

“Dalam konferensi yang berfokus pada penerapan dan percepatan aksi iklim, teknologi memungkinkan kita mencapai skala dan kecepatan yang dibutuhkan,” ujar Ana Toni dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (12/11).

Salah satu poin utama dalam acara tersebut adalah peluncuran Green Digital Action Hub, sebuah platform yang mendukung solusi iklim berbasis teknologi di 82 negara. Inisiatif ini lahir dari Deklarasi Green Digital Action yang disepakati oleh 82 negara dan 1.800 organisasi pada COP29 di Azerbaijan.

“Green Digital Action Hub mempertemukan berbagai pihak, termasuk Bank Dunia, Koalisi European Green Deal, Badan Kerja Sama Internasional Jerman (GIZ), Koalisi untuk Keberlanjutan Lingkungan Digital, serta Global Green Growth Institute di bawah kepemimpinan Brasil,” kata Tomas Lamanauskas, Wakil Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU).

Inisiatif Global untuk Mendorong Solusi Berbasis Teknologi

Selain Green Digital Action Hub, dalam sesi yang sama juga diluncurkan Artificial Intelligence (AI) Institute, sebuah inisiatif global yang bertujuan mendukung pemerintah dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi untuk aksi iklim.

“Tujuan kami adalah memastikan bahwa upaya global untuk mengintegrasikan alat digital ke dalam solusi iklim berjalan secara terkoordinasi, sehingga teknologi digital benar-benar mampu berkontribusi dalam mengatasi krisis iklim,” kata Tomas.

Di samping itu, Brasil juga memamerkan berbagai teknologi yang digunakan dalam menghadapi dampak krisis iklim. Salah satunya adalah sistem pertahanan sipil yang memberikan peringatan dini atas risiko cuaca ekstrem. Menteri Manajemen dan Inovasi Brasil, Esther Dweck, menyebutkan banjir besar yang melanda Rio Grande do Sul tahun lalu. Saat itu, platform gov.br berfungsi sebagai dompet identitas digital bagi warga yang kehilangan dokumen, sekaligus sebagai saluran distribusi bantuan sosial.

“Hal ini dimungkinkan karena kami mengintegrasikan infrastruktur sistem pembayaran dengan sistem identitas serta struktur tambahan untuk mengidentifikasi masyarakat dalam situasi darurat,” kata Dweck.

Rencana Akselerasi Infrastruktur Digital Publik

Menteri tersebut juga mengumumkan bahwa pada Selasa, 11 November, Brasil akan meluncurkan Rencana Akselerasi Infrastruktur Digital Publik (DPI) dan Barang Publik Digital (DPG). Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur digital di berbagai sektor.

“Kami memahami pentingnya membangun solusi bersama dan terintegrasi,” ujarnya.

Kemitraan Global dalam Mewujudkan Solusi Iklim

Sejumlah lembaga internasional dan organisasi telah bergabung dalam upaya ini. Dengan keterlibatan Bank Dunia, ITU, serta institusi lainnya, kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan solusi berbasis teknologi yang dapat berkontribusi signifikan dalam menghadapi perubahan iklim.

Dalam acara tersebut, Brasil menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan inovasi teknologi yang tidak hanya efektif dalam mengatasi isu lingkungan, tetapi juga berkelanjutan dan inklusif. Dengan kerja sama global, diharapkan solusi-solusi yang dihasilkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan