Menteri dan Pejabat yang Menjadi Berita Utama
Di era media sosial, seorang menteri atau pejabat tinggi negara tidak hanya dinilai dari kebijakan yang diambil, tetapi juga dari ucapan dan gaya komunikasinya. Satu kalimat bisa menjadi headline nasional, memicu polemik, atau menggerakkan opini publik dalam hitungan menit. Ketika kebijakan, pernyataan, dan gaya komunikasi seorang pejabat berulang kali memicu kontroversi, diskusi publik, bahkan gejolak pasar, sosok tersebut bertransformasi menjadi news maker.
Menteri dan pejabat sebagai news maker memainkan peran ganda: sebagai pengambil kebijakan sekaligus produsen narasi yang membentuk persepsi publik terhadap arah kekuasaan dan negara. Kali ini, kita akan menyajikan deretan menteri dan pejabat di bidang ekonomi yang menjadi news maker. Siapa saja mereka?
1. Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Yudhi Sadewa menjabat sebagai Menteri Keuangan setelah reshuffle kabinet pada September 2025. Dia ditunjuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati dan langsung menjadi pusat pemberitaan terkait kebijakan fiskal dan moneter baru.
Pada awal menjabat, dia banyak dibahas karena posisi barunya serta pernyataannya yang mengundang komentar dari ekonom dan pengamat dalam konteks tantangan ekonomi di Indonesia. Dia juga menjadi headline utama media ekonomi domestik dan internasional.
Usai dilantik, dia langsung mengejutkan publik dengan komentarnya tentang aksi demonstrasi yang pada waktu itu tengah menyuarakan tuntutan 17+8. Meski mengaku belum mempelajari tuntutan tersebut, dia menilai tuntutan itu merupakan suara sebagian kecil masyarakat yang merasa tidak puas dengan kondisi ekonomi saat ini.
“Itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Mungkin ada yang merasa terganggu, hidupnya masih kurang,” ujar dia saat konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 8 September 2025.
Meski demikian, keesokan harinya dia meminta maaf. “Ini kan saya masih pejabat baru di sini, menterinya juga menteri kagetan. Jadi kalau ngomong, kalau kata Ibu Sri Mulyani, (saya) gayanya koboi. Waktu di LPS sih ga ada yg monitor, jadi saya tenang,” tutur Purbaya kepada awak media usai serah terima jabatan (sertijab) dengan Sri Mulyani di Aula Mezanin Gedung Djuanda I Kemenkeu, Selasa, 9 September 2025.
“Ternyata di Keuangan beda bu, salah ngomong langsung dipelintir sana sini. Jadi kemarin kalau ada kesalahan saya mohon maaf dan ke depan akan lebih baik lagi,” sambungnya.
Dia pun disorot media internasional karena optimismenya tentang target ekonomi 8 persen, juga rencana meninjau kembali anggaran 2026 dan proyeksi fiskal.
Berikut daftar pernyataan dan kebijakan Purbaya yang sempat menjadi sorotan:
Daftar Pernyataan Kontroversial Purbaya Yudhi
| Isu | Pernyataan |
|---|---|
| Sebelum dilantik menjadi menteri | Tantang prediksi IMF: “Don’t believe the IMF. If you want economic prediction, ask me. I know better.” |
| 8 September | Tuntutan demo 17+8 hanya suara sebagian kecil rakyat. “Itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Mungkin ada yang merasa terganggu, hidupnya masih kurang.” |
| 10 September | Ulti BGN lapor setiap bulan karena penyerapan lambat |
| 11 September | Penempatan dana Rp200 triliun ke perbankan Himbara |
| 16 September | Balas kritik Didik Rachbini soal penempatan dana Rp200 T |
| Ulti kementerian yang dananya nganggur | “Saya akan kasih waktu sampai akhir Oktober. Kalau mereka, kita perkirakan gak bisa belanja sampai akhir tahun, ambil uangnya.” |
| 9 Oktober | Sindir dan ancam mafia migas |
| Beri syarat ke BEI jika ingin dapat insentif | “Akan saya berikan insentif kalau Anda sudah merapikan perilaku investor di pasar modal. Artinya, yang goreng-gorengan dikendalikan sama dia lah, supaya investor kecil terlindungi, baru saya pikirin insentifnya.” |
| 28 Oktober | Janji tak akan naikkan pajak sebelum pertumbuhan ekonomi 6 persen |
| 3 November | Pemangkasan transfer daerah |
| 14 November | Maau investigasi mafia KUR |
| 14 November | Utang Whoosh ke China |
| 1 Desember | Balas kritik majalah The Economist |
| 1 Desember | Task Force The Bottlenecking kasus investasi |
2. Bahlil Lahadalia

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia banyak menjadi sorotan publik dan media sepanjang 2025 — baik karena gaya ucapannya, implikasi kebijakan, ataupun reaksi terhadapnya.
Daftar Pernyataan Kontroversial Bahlil Lahadalia
| Isu | Pernyataan |
|---|---|
| 5 Juni | Isu tambang nikel di Raja Ampat |
| 9 September | Kuota impor BBM |
| 19 Oktober | Respons terhadap isu teguran Presiden |
| 20 Oktober | Teguran kepada operator SPBU swasta |
| Klaim pemulihan listrik di Aceh | Mengklaim listrik di Aceh Tamiang “hampir pulih total” |
3. Dadan Hindayana

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana
4. Sri Mulyani

Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani
Efeknya Kurang Nendang, Purbaya Tarik Lagi Dana Rp75 Triliun di Bank
Ada Ancaman Defisit, Purbaya Pelototi Instansi yang Suka Foya-foya
Bahlil Sebut Setop Impor Solar Bisa Berlaku Paruh Pertama 2026
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar