
Bahaya Menahan BAB yang Harus Diketahui
Menunda keinginan untuk buang air besar (BAB) mungkin terlihat sepele, namun kebiasaan ini dapat berdampak serius bagi kesehatan tubuh. Banyak orang secara tidak sadar kerap menunda BAB karena kesibukan, sulit menemukan toilet yang nyaman, atau sekadar merasa enggan. Padahal, jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, dapat menimbulkan berbagai masalah pada sistem pencernaan, bahkan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang.
Tubuh manusia memiliki jam biologis, yaitu mekanisme alami yang mengatur kerja organ tubuh berdasarkan pola makan, aktivitas harian, dan gaya hidup. Hal ini juga berlaku dalam proses buang air besar. Sebagian orang terbiasa BAB setiap hari, sementara lainnya mungkin hanya dua hari sekali. Kondisi ini masih dianggap normal, selama tidak disertai gejala yang mengganggu seperti nyeri perut, sembelit, atau perut terasa penuh dan kembung.
Namun, penting untuk memahami faktor yang memengaruhi frekuensi BAB seseorang, seperti: * Pola makan dan jenis makanan * Usia * Aktivitas harian dan gaya hidup
Namun, hal penting yang perlu kita ingat adalah, sebaiknya kita tidak menahan BAB. Sebab, menahan BAB bisa merugikan dan memicu masalah kesehatan yang bisa dirasakan di kemudian hari.
Masalah Kesehatan Serius dari Menahan BAB
1. Sembelit
Menahan BAB pasti menyebabkan sembelit, sebab feses atau kotoran sering ditahan hingga keras dan mengering. Padahal, feses yang lunak dan tidak kering dapat melancarkan BAB dan tandanya sistem pencernaan sehat. Jika ditahan, kandungan air pada feses dapat diserap oleh usus bagian bawah, serta menumpuk feses di daerah rektum (bagian akhir dari usus). Tanpa ada air, feses kesulitan dikeluarkan, keras, dan bisa menyebabkan sembelit. Jadi, lebih baik BAB jangan ditahan dan segera dikeluarkan jika kita sudah kebelet atau sudah sesuai dengan jam biologi pencernaan.
2. Ambeien
Masalah kesehatan berbahaya lainnya akibat menahan BAB adalah ambeien. Ambeien atau wasir adalah kondisi di mana pembuluh vena di sekitar anus membengkak dan meradang. Akibatnya terjadi perdarahan dan rasa tidak nyaman ketika BAB. Penyebabnya adalah BAB yang sering ditahan sehingga memicu sembelit dan ambeien. Jika dibiarkan dan tidak dirawat, ambeien akan semakin parah hingga perlu operasi untuk mengangkat bagian yang membengkak.
3. Inkontinensia Feses
Inkontinensia feses adalah kondisi di mana tubuh tidak mampu lagi mengendalikan keluarnya BAB. Akibatnya, BAB bisa saja keluar tanpa disadari atau tidak diinginkan. Tentu masalah kesehatan ini mengganggu dan membahayakan saluran pencernaan. Penyebabnya tentu dari sering menahan BAB, hingga memicu sembelit, serta menyebabkan benjolan di sekitar anus. Oleh karena itu, teman-teman jangan lagi menahan BAB agar saluran pencernaan dan daerah di sekitar anus tetap sehat.
4. Impaksi Feses dan Gastrointestinal
Akibat sembelit dari terus-menerus menahan BAB, teman-teman kemungkinan juga bisa terkena impaksi feses dan gastrointestinal, lo. Impaksi feses adalah suatu kondisi saat tubuh tidak bisa mengeluarkan feses dari daerah rektum. Sehingga, terjadi penumpukan feses di usus dan membahayakan saluran pencernaan. Sedangkan, gastrointestinal adalah perdarahan pada saluran pencernaan. Sehingga, bisa saja lapisan dinding usus terluka dan menyebabkan infeksi.
5. Distensi Rektum
Distensi rektum atau peregangan rektum adalah kondisi di mana tubuh kehilangan rasa untuk merasakan keinginan BAB dan rasa ingin menghentikan kegiatan BAB. Bisa saja nantinya memicu inkontinensia feses, yang mengganggu dan membuat rasa tidak nyaman.
Nah, itulah beberapa bahaya dari sering menahan BAB. Lebih baik, mulai sekarang jangan lagi menahannya dan segera BAB jika sudah jam biologisnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar