Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah menyerahkan 600 unit hunian sementara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Pembangunan Huntara dilakukan sejumlah BUMN sektor karya, antara lain PT Hutama Karya (Persero) atau HK, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), hingga PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
1. Komplek huntara dilengkapi klinik hingga taman bermain
Adapun huntara tersebut dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, dengan struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan.
Pembangunan juga memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat agar warga dapat kembali beraktivitas, dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.
Pemerintah Percepat Pembangunan Huntara, Ini Rinciannya2. Pemerintah targetkan pembangunan 15 ribu unit huntara
Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan 15 ribu unit huntara selama tiga bulan ke depan.
Pembangunan huntara diutamakan di Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai wilayah dengan dampak terparah dari banjir bandang dan longsor.
3. Listrik dan saluran komunikasi penghuni huntara gratis
Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Aminuddin Ma’ruf memastikan, korban banjir yang nantinya menempati huntara digratiskan dari tagihan listrik, serta biaya kebutuhan telekomunikasi menggunakan Telkom dan Telkomsel.
“Alhamdulillah sudah siap. Dan jaringan Telkom oleh Telkomsel, dan selama ada huntara di situ, baik jaringan listrik maupun jaringan Telkom digratiskan oleh teman-teman PLN dan oleh Telkomsel,” ujar dia dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR, Selasa (30/12/2025).



Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar